HUKRIM  

Temui Forwaka, Ini Kata Kajati Malut

BORERO.ID, TERNATE – Pasca mengemban amanah sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Maluku Utara (Malut), Dade Ruskandar langsung action bekerja.

Hari pertama berkantor pada  Senin (02/08/2021), Dade melakukan menitoring di sejumlah ruangan para Asissten, Penyidik, Pegawai, serta menggelar silahturahmi dengan Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Malut. Tak hanya itu, mantan pejabat Deputi Informasi Hukum dan Kerjasama (Inhuker) Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI ini, juga berkomitmen akan menangani setiap perkara terutama tindak pidana korupsi.

Hal ini disampaikain Kajati Malut yang didampingi Kasipenkum Richard Sinaga dan Kasubag Protokoler Halik Kunyer saat silahturahmi bersama Forwaka Malut di ruang kerjanya.

“Tadi masuk kantor saya langsung rapat dengan para assisten, kemudian saya pelajari kasus-kasus yang ada, bagaimana penanganannya, karena baru saya minta waktu 3-4 hari kedepan untuk pelajari dulu, kalau teman-teman wartawan ingin menanyakan,” kata Kajati Malut

Dade menuturkan untuk penangan kasus, pihaknya akan terbuka atau transparan ke publik tanpa ada yang ditutup-tutupi sepanjang tidak ada dampak negatif atau menghambat kerja-kerja penyidik.

“Jika ada masyarakat yang tanya, kita akan jawab, kita terbuka aja, tetapi kita lihat etika dan mana-mana saja yang bisa kita sampaikan ke publik karena ada hal-hal tertentu yang belum saatnya kita sampaikan jika menyangkut dengan kerja-kerja penyidik yang paling teknis,” ujarnya

Silahturahmi bersama awak media itu membuat mantan Kajari Bilitar ini juga menaruh harapan besar agar mitra insan pers khususnya tergabung dalam Forwaka Malut tetap terjalin harmonis. Sebab insan Pers merupakan penghubung kinerja atau kerja-kerja Kejaksaan dengan masyarakat atau publik.

“Semoga kebersamaan teman-teman media sebelumnya dapat dilanjutkan di masa kepemimpinan saya, apalagi ada Forwaka ini menunjukkan bahwa kita adalah satu keluarga atau ada ikatan dalam satu Forum,” harapnya.

Sementara Kordinator Forwaka Malut Asmul Umaternate mengaku, pihaknya sangat memberi apresiasi kepada Kajati Malut karena Forwaka menjadi tamu pertama dalam agenda silahturahni tersebut.  Asmul yang mewakil wartawan liputan hukum ini berharap kehadiran Kajati Malut Dade Ruskandar setidaknya dapat menjawab kegalisahan publik tentang penanganan setiap perkara yang selama ini dianggap memakan waktu, agar secapatnya diselasikan secara baik. Asmul menyebutkan, misalkan penanganan perkara Kapal Nautika SMK Tahun anggaran 2019, Perusda Kota Ternate sejak Tahun 2014-2019, Pengadaan Mobiler di Biro Umum Provinsi Malut Tahun 2009-2010 sebesar Rp.465.638.500.

“Begitu juga penangan kegiatan pembangunan Puskesmas Sahu-Tikong pada Dinas Kesehatan Kabupaten pulau Taliabu tahun 2016 dengan anggaran sebesar Rp.3.433.717.000” katanya.

Meski demikian, orang nomor satu di jajaran Kejati Malut itu baru berkantor maka menimal diberi waktu untuk bekerja. Apalagi, kata Asmul, setelah dilakukan silahturahami bersama Forwaka tadi memberi signal tegas untuk berkomitmen.

“Dan tugas kita sebagai wartawan tetap mengawal komitmen itu agar perkara-perkara yang ada berjalan dengan baik,” tandas Asmul. (Red)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *