Perkuat Empat Pilar Kebangsaan, Wakil Ketua MPR-RI Singgung Provinsi Malut Hingga Generasi Muda

Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid

TERNATE, BORERO.ID – Wakil Ketua MPR RI Dr. H. Jazilul Fawad mengungkapkan, nilai-nilai empat pilar kabangsaan tetap dijadikan dasar bernegara demi memperkuat rasa nasionalisme. Empat pilar itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Hal ini disampaikan Jazilul dalam kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Royal Resto Ternate, Sabtu (23/10/2021).

“Nilai-nilai empat pilar perlu diperkuat. Dimana pencasila merupakan dasar bernegara kita. Maka apabila negara Indonesia kuat karena rasa nasionalisme dibangun” katanya.

Wakil ketua MPR juga menuturkan, menyangkut tantangan bangsa Indonesia dari berbagai latar belakang warga negara yang berbeda-beda seperti agama dan bahasa maka memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang baik untuk mengelolanya. Disisi lain bahwa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia juga diberikan sentralisasi atau otonomi daerah untuk dikelola secara masing-masing. Dia mencontohkan, perjalanan Ibu Kota Provinsi Maluku Utara (Malut). Awalnya berada di Kota Ternate kemudian bergeser ke Kota Sofifi dengan usia kini sudah 22 Tahun. Meski demikian pembangunan Ibu Kota Provinsi Malut terus diperkuat atau dibangun sisi ekonominya supaya setara dengan Provinsi lain. Karena menurut dia, kalau dihitung-hitung kekayaan sumber daya alam Provinsi Malut begitu berlimpah.

“Karena itulah perlu dibarengi daya saing atau sumber daya manusia untuk mengelola daerah malut penuh dengan kekayaan alam” ujarnya .

Dia menegaskan, semangat empat pilar kebangsaan ini untuk menghentikan ketertinggalan terutama sumber daya manusia atau mendorong kemampuan mengelola sumber daya alam (SDA) sehingga amanat pancasila, UUD 45,  NKRI dan Bhineka Tunggal Ika terus berjalan dengan baik. “Tentunya rasa nasionalisme tentang rasa cinta Maluku Utara dan Negara Indonesia tetap tumbuh,” ungkapnya.

Jazilul menambahkan, selain itu butuh keteladanan apalagi dijaman ini anak-anak tidak lagi diajari pola lama, tetapi dengan keteladanan. “Misalnya, anak-anak muda butuh contoh dan teladan. Jadi siapa tokoh Indonesia yang diteladani, yang memiliki wawasan kebangsaan yang bagus, ini tidak cukup dijelaskan harus ada contoh,” bebernya.

Hal ini menjadi tantangan buat MPR RI bahwa tapi tidak mudah mencari sosok yang betul-betul tertuang nilai-nilai empat  pilar . Sebab anak muda sekarang pikirannya pragmatis sehingga harus diurai dalam bentuk yang praktis. Meski begitu, Jazilul Fawaid mengajak kelompok masyarakat, pemuda, mahasiswa yang memiliki kreasi untuk menyampaikan empat pilar yang  selaras dengan Malut.

Baca Juga : MPR-RI dan Garda Bangsa Malut Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

“Kita butuh masukan, tetapi modul empat pilar harus sama. Karena pikiran ekstrim menanggapi globalisasi harus dijelaskan, kan anak-anak kita lebih cepat mendapatkan ilmu pengetahuan daripada orang tua-tua dahulu melalui medsos dan internet, karena pengetahuan mendahului sikapnya,” pungkasnya.

Diketahui kegiatan sosilisasi empat pilar kebangsaan ini juga mendapat sambutan hangat dari Wakil Gubernur Malut Utara Al Yasin Ali. Kegiatan ini atas kerjasama pengurus Garda Bangsa Provinsi Malut. Peserta yang hadir dalam sosilosasi itu mulai dari kalangan pelajar, mahasiswa, organsasi pemuda, insan pers, Wakil Walikota Ternate Jasri Usman, Ketua DRPD Kota Ternate Muhajrin Bailusy, Anggota DPRD Provinsi Malut Abdul Malik Sillia, sejumlah pengurus jajaran partai PKB Provinsi Maut, dan pengurus DKW Garda Bangsa. (Red)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *