BORERO.ID TERNATE-Wakil Ketua DPRD Kota Ternate Heny Sutan Muda prihatin dengan sampah. Hal ini menyangkut kehidupan orang banyak terkait sampah menggunung dan terapung diatas laut bahkan mengganggu kenyamanan masyarakat. Tumpukan sampah terlihat jelas disekitar lingkungan Pasar Bahari Berkesan, lantas pedagang atau masyarakat harus disalahkan. “Padahal mereka pedagang dan masyarakat telah melaksanakan kewajiban untuk membayar retribusi sampah,” katanya kepada borero.id melalui siaran persnya,Rabu (12/1/2022).
Heny menegaskan, jika masalahnya angkutan sampah yang lambat maka solusi pemerintah harus siap menyediakan fasilitas guna mempercepat penanganan tumpukan sampah. Dimana pengadaan mobil sampah, managemen kerja mobil samph, maupun tempat penampungan sampah harus menjadi perhatian serius. Heny meminta tumpukan sampah segera diatasi sebagai afirmasi atas slogan Kota Tanpa Kumuh yang sering didengungkan. “Selain tumpukan sampah, masalah lain yang sangat miris adalah persoalan krisis air bersih. Semoga pemerintah Kota Ternte segera merespon dan mengatassi permasalahan dua hal itu” desaknya.
Kabag Humas Setda Kota Ternate, Agus Fian Jambak dikonfirmasi menjelaskan bahwa program aksi digalakkan terkait sampah dan air bersih, tetap menjadi perhatian serius Walikota dan wakil Walikota Ternate. “Pemerintah kota dalam hal dinas terkait telah berupaya secara maksimal pada tahun ini menjalankan program sudah dicanangkan pada pembahasan dalam RPJMD 2021-2026 terkait pengelolaan sampah yang dilakukan bertahap. Bagitu juga fasilitas tentang pengadaan motor roda 3 di setiap RT/RW Kelurahan untuk pengangkutan sampah,” katanya
Selain itu, ada skema transdepo akan diadakan pada setiap kecamatan, khususnya kelurahan yang riskan dengan penumpukan sampah. Bahkan Wali kota dan Wakil Wali kota selalu berupaya mengsosialisasikan tentang pemilahan sampah 3R dari rumah yang kini sementara digalakkan maupun pembenahan TPS-TPS yang tidak representative.
Agus menambahkan, ada juga pengkajian teknis yang nanti diakomodir oleh Bappelitbangda Kota Ternate sebagai basic data untuk melangkah. Begitu juga dengan masalah air bersih, pemerintah masih berupaya memenej secara internal, lalu langkah eksternal ada kajian tentang konservasi air tanah untuk menciptakan titik-titik sumur baru. Langkah secara teknis selajutnya tetap mengaktivasi secara maksimal pada resevoir disetiap zonasi pelayanan.
” Pada prinsinpnya komitmen Wali kota dan Wakil Wali Kota selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat kota tanpa terkecuali,” jelas Agus.(Red/nyi)


