BORERO.ID HALTENG – Pemuda Weda Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) menganggap pernyatan yang dikeluarkan Wakil Walikota Tidore Kepuluan, Muhammad Sinen, sebagai pejabat publik kuraang etis saat turun melerai insiden bakulempar antara sopir lintas Sofifi dan Leleo, di Dusun Leleo, Desa Aketobololo, Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepuluan, Minggu (27/3/2022).
Pernyataan dianggap kurang etis itu lantas menjadi viral di medis sosial (medsos) terutama di grup facebook Nuansa Halmahera Tengah. Hal ini membuat salah satu tokoh pemuda Weda, Saiful Hi Yamin, menyikapi pernyataan Wakil Walikota Tidore Kepuluan tersebut .
“Sebagai pejabat publik memberikan pernyataan kurang etis dilakukan, karena apa yang disampaikan Wakil Walikota Tidore yang menjadi viral di medsos dengan pernyataan yang menyatakan bahwa insiden penyerangan antara Loleo dan Sofifi akan membuat orang Weda tatawa, Orang Wedalah dalang di balik maslaah ini, dan kalau orang weda picah itu tara apa-apa. Ini pernyataan yang kurang baik sebagai pejabat publik,” kata Saiful, Senin (28/03/2022).
Menurut Saiful, dalam tugas kepala daerah dan wakil kepala daerah berdasarkan UU 23 Tahun 2014, disebutkan bahwa sebagai pejabat publik memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat. “Menjadi pejabat publik harus memberikan ketenteraman dan ketertiban kepada warga. Bukan pernyataan mengarah ke hal-hal yg sifatnya rasis”ujarnya.
Dengan adanya pernyataan tersebut, pihaknya meminta kepada Wakil Walikota Tidore, Muhammad Sinen, untuk meminta maaf kepada masyarakat Weda, baik melalui media cetak, media online maupun minta maaf secara terbuka. “ Karena sangat sayangkan apa yang disampaikan oleh wakil walikota. Apalagi pernyataan itu disampaikan langsung dihadapan masyarakat,” katanya.
Atas pernyataan wakil walikota ini, pihaknya juga telah berkordinasi dengan pihak Kepolisian, Camat, Tokoh Adat, dan Tokoh Agama. Bahkan dirinya meminta kepada warga Weda, supaya tidak menanggapi pernyataan Wakil Walikota Tidore tersebut. “Saya harap warga Weda untuk tetap menjalankan aktifitas seperti biasanya,” harap Saiful.
Diketahui, baku hantam antara sopir lintas Sofifi di Dusun Loleo, Desa Aketobololo, Kecamatan Oba Tengah, Minggu (27/3) kemarin itu bermula saat para sopir dari Organda Sofifi melakukan kegiatan sweeping terhadap kendaraan dari Weda Halmahera Tengah. Aksi sweeping penumpang yang dilakukan organda Sofifi tersebut bahkan dilakukan kepada penumpang Speedboat dari Loleo yang hendak ke Tidore dan Ternate. Karena merasa kesal dengan sikap organda Sofifi, masyarakat Dusun Loleo yang berada di sekitaran pelabuhan setempat marah hingga terjadi bentrokan. (Red)



