BORERO.ID TERNATE– Ambruknya dinding beton panahan longsoran di ruas jalan Payahe menuju Weda Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) pada Jumat (4/3/2020) malam, bakal diperbaiki. Proyek longsoran yang melekat di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara (Malut) itu, padahal baru saja selesai dikerjakan PT Sinar Cempaka Raya akhir tahun 2021 kemarin dengan nilai kontrak sebesar Rp 10.695.750.000.
Kasatker II BPJN Malut Chandra Syah Parmance menyatakan, perbaikan dinding penahan longsoran di ruas ini sedang dalam tahapan. “Mereka (rekanan pelaksana proyek PT Sinar Cempaka Raya) sudah mengerahkan alat nya kesana. Ini sedang dalam perjalanan menuju titik lokasi,” kata Chandra, Selasa (8/3/2022).
Menurut Chandra, dinding beton penahan longsor yang baru selesai dibangun dan ambruk, ini terjadi karena adanya aliran mata air yang tidak diduga sebelumnya berada di lokasi itu. “Ini sudah kita cek ya, jadi di area yang roboh kita cek ternyata ada mata air yang memang berlebih di situ. Jadi bicara pemasangan batu (pembuatan dinding beton penahan longsor) ada beberapa titik dan tidak hanya di situ. Dan memang (dinding) yang roboh hanya di lokasi situ,” ujarnya sambil menunjukan peta lokasi longsoran.
Proyek ini meski sudah selesai dikerjakan, namun masih dalam pemeliharaan PT Sinar Cempaka Raya. Sehingga untuk penyedia sudah diperintahkan untuk perbaiki kembali kerusakannya tersebut.
Chandra mengatakan bahwa penanganan longsoran ini tidak dilakukan secara permanen. Ini hanya dinding beton yang memagari tebing sebagai pengaman badan jalan ruas tersebut. “Kalau secara permanen kita tangani itu mulai dari bidang miringnya juga dan kaki lerengnya juga. Tapi yang kita tangani ini hanya di kaki lereng (tebing) nya aja,” sambung Chandra.
Penanganan longsoran ini dilaksanakan dengan anggaran yang terbatas, sehingga hanya dilakukan beberapa bagian yang dianggap paling rawan tanah longsor. “Karena usaha kita adalah saat ini bagaimana mengalirkan air. Karena area ini sebelumnya tidak ada drainase, sehingga menyebabkan kawasan lereng tidak stabil saat hujan lebat,” lanjutnya.
Baca juga : Baru Dibangun, Proyek Longsoran Milik BPJN Malut Ambruk
Kondisi hujan lebat ini, kata Chandra secara teknis pihak Satker Wilayah II BPJN Maluku Utara tidak bisa kontrol. Karenanya dengan anggaran yang ada, hanya ditujukan untuk mengalirkan airnya saat musim hujan tiba, agar air yang ada tidak sampai keluar masuk merusak jalan.
Chandra menyatakan, lokasi robohnya dinding beton ini tidak hanya aliran air hujan, namun ada juga mata air. Ini menurutnya, sebelum proyek dilaksanakan tidak diketahui adanya mata air ini.
“Nanti setelah roboh baru kita tahu kalau di lokasi itu ada mata air, ditambah aliran air permukaan dan air hujan sehingga menyebabkan desakan dari air secara berulang dan lama-lama kan bisa ambruk juga,” katanya.
Proyek tersebut sudah dikerjakan sesuai standar SNI. Yang semuanya sudah dikerjakan sesuai desainnya, yaitu hanya ada pemasangan batu dan tanpa beton betulang.
“Kecuali areanya membutuhkan penanganan dengan beton bertulang, misalnya yang di jurang, itu kita menggunakan beton bertulang. Jadi dari perencanaannya sudah seperti ini,” katanya seraya menegaskan, jika dinding beton yang ambruk saat ini terlihat berserakan itu hanya pemasangan batu (tanpa besi atau dengan jenis beton bertulang).
Andi, salah satu warga Payahe, Kecamatan Oba, saat dikonfirmasi terkait mata air yang berada di titik dinding pehanan longsoran yang ambruk mengaku bingung.
Ia mengatakan bahwa di lokasi tersebut sejauh ini tidak diketahui kalau ada mata air. Bahkan aliran air yang masuk ke wilayah setempat hanya ditemukan pada saat musim hujan. “Air yang ada itu hanya ada saat musim hujan. Kalau panas ya di lokasi itu kering,” kata Andi.
Secara terpisah, Akbar salah satu Tim Teknis PT Sinar Cempaka Raya mengatakan bahwa proses perbaikan dinding yang roboh setelah dibangun ini dalam tahapan. Akbar juga mengaku, belum ditemukan adanya pekerjaan perbaikan karena tim masih dalam perjalanan. “Ini sudah ditangani oleh pelaksana proyek. Sekarang semua logistic dalam perjalanan ke lokasi,” kata akbar mengahiri. (Red)


