BORERO.ID TIDORE – Minyak goreng kini menjelma menjadi salah satu kebutuhan mendasar bagi masyarakat karena hampir tiap hari membuat masakan sangat dibutuhkan. Baru-baru ini mengalami kelangkaan sampai sekarang masih melonjak harga minyak goreng khususnya di Provinsi Maluku Utara.
Meski demikian, masyarakat di Desa Tauno, Kecamatan Oba Tengah, mampu memecah problem kelangkaan tersebut. Mereka terdiri dari unsur Pemeritah Desa, Pemuda, hingga Mahasiswa, memilih membuat minyak goreng sendiri yang diberi lebel Tauno Coco Nuciviral.
Cara itu justru sangat membantu masyarakat ditengah tingginya harga minyak goreng di pasaaran. Demikian disampaikan Ketua Karang Taruna Masure Desa Tauno, Fadli M. Ali.
Pembuatan minyak itu tidak hanya Pemuda Desa namun melibatkan pemerintah Desa dan mahasiswa IAIN Ternate yang melaksanakan Kulia Lapangan (KKN) di Desa Tauno dengan visi satu desa satu produk.
” Produksi minyak kelapa kami buat ini masih dalam jumlah sedikit yakni hanya 15 liter, karena masih dalam tahap promosi, bahkan pasarannya pun masih terbatas karena masih dijual ke masyarakat dan pasar di kecamatan Oba. Harga minyak goreng yang dijual di pasaran cukup murah yakni Rp.15.000 per liter, tak hanya itu pemuda dan mahasiswa juga membuat kelapa sangrai,” ungkapnya, Rabu (30/3/2022).

Fadli menuturkan, rencana Tauno Coco Nuciviral bakal dibuatkan dalam jumlah yang cukup banyak agar bisa dipasarkan di wilayah kota Ternate. ” Saya sebagai masyarakat dan pemuda desa Tauno memiliki satu Harapan agar pihak Pemkot juga turut membantu kami dalam mempromosikan produk ini, jika berkenan bisa mempromosikan pada saat pelaksanaan Sail Tidore sebagai produk lokal,” ujarnya.
Meskipun bagitu Fadli sadar betul bahwa produk itu masih menggunakan alat manual sehingga butuh perhatian pemerintah Daerah (Pemda) sebagai bagian dari membangun UKM di kota Tidore Kepulauan.
Fadli menjelaskan, cara membuat minyak Goreng dengan menggunakan bahan dasarnya hanya dengan kelapa yang diparut hingga halus kemudian diperas sebanyak dua kali. Kemudian diambil santannya lalu dimasukan ke api dengan mengunakan ke perenti masak (panci) selama 120 Menit.
” Selajutnya ditaburi kunyit ke dalam santan yang sementara dipanaskan. Lalu menunggu hingga matang dan pisahkan minyak yang sudah jadi. Jika sudah matang secara benar langsung dikemas untuk siap diproduksi,” jelasnya mengahiri . (Poel)



