TIDORE  

Pemuda Gamtufkange Gelar Diskusi Penindasan Perempuan

Pemuda/Pemudi Kelurahan Gamtufkange saat menggelar diskusi tentang perempuan (Dok : Istimewa)

BORERO.ID TIDORE – Pemuda Kelurahan Gamtufkange, Kota Tidore Kepulauan, menggelar diskusi Mingguan. kegiatan ini diselenggarakan Devisi Pemberdayaan Perempuan bertema, ” Asal Usul Penindasan Perempuan” yang berlangsung di Sekretariat Pemuda Kelurahan Gamtufkange.

Ketua Devisi Pemberdayaan Perempuan Hartini Muhammad, kepada sejumalah wartawan menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah untuk membangun kesadaran dikalangan pemuda tentang daruratnya kondisi perempuan di indonesia khususnya Kota Tidore kepulauan, yang masih banyak mengalami kekerasan baik secara verbal hingga fisik dan psikis.

Apalagi watak mayoritas orang Tidore masih kental dengan budaya dan kepercayaan orang terdahulu yang bersifat stigma buruk terhadap perempuan terus menjadi pemicu bagi perempuan atau regenerasi perempuan hebat untuk bisa merdeka dan mengembangkan dirinya dalam berbagai aspek. ” Maka dari itu kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran untuk membenarkan bahwa setiap perempuan harus merdeka dan memiliki kesetaraan gender dalam berbagai aspek,” ujar Hartini.

Sedangkan Sekertaris Umum Pemuda Kelurahan Gamtufkange,  Putriyani Togubu berharap adanya kegiatan ini bisa menjadi contoh untuk pemuda-pemudi kelurahan lain dalam melaksanakan kegiatan diskusi yang bersifat mingguan agar kepekaan untuk merespon isu-isu yang ada dan sedang membumi menjadi sebuah keharusan dalam tindakan nyata untuk membantu mensejahterakan masyarakat bangsa terutama di lingkungan terdekat.

“Dengan tema Diskusi “Asal Usul Penindasan Perempuan” ini harapan kita semua menjadi sadar bahwa dengan mengkonstruksi pola pikir masyarakat yang selama ini telah tertanam adalah sebuah kekeliruan yang sangat fatal dalam memandang status perempuan,” ungkapnya.

Selain itu diharapkan bergerak maju dan melakukan perlawanan-perlawanan nyata atas penindasan terhadap perempuan bisa menjadikan baik laki-laki maupun perempuan senantiasa terus berjuang untuk mendapatkan kesetaraan dan keadilan pada perempuan. ” Kesetaraan dan keadilan dimaksud bukan hanya kesamaan disemua sektor melainkan kesetaraan perlakuan dan kesempatan dalam dunia politik, ekonomi, sosial dan lainnya,”  kata Putriyani menutup pembicaraan.(Poel)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *