Bobato Nyili Lofo-Lofo Dikukuhkan Sultan Husain Sjah

Prosesi pengkukuhan 50 perangkat adat Nyili Lofo - Lofo di Desa Wailegi yang dikukuhkan oleh Sultan Tidore H. Husain Sjah (Dok : Istimewa)

BORERO.ID HALTENG Sebanyak 50 perangkat adat Nyili Lofo – Lofo di Desa Wailegi resmi dikukuhkan Sultan Tidore H. Husain Sjah. Pengkukuhan ini berlangsung di Masjid Wailegi Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Provinsi Maluku Utara. Rabu (13/7/2022) kemarin.

Prosesi itu diawali pembacaan doa dari imam Jawa turu Sigi Kolano atau imam Masjid Kesultanan, Abdul Samad Hasan, diiringi dengan memimpin sholawat kepada Nabi Muhammad S.A.W.  Dalam kesempatan itu, sultan H. Husain Sjah merupakan sultan Tidore ke-37 ini menyampaikan, jabatan adat diemban oleh perangkat adat Nyili Lofo – Lofo tidak ada imbalan berupa gaji atau bayaran lain seperti jabatan  yang ada distruktur ke Tata Negaraan. Olehnya itu, Sultan perangkat adat Nyili Lofo-Lofo agar menerapkan konsep COU atau pengabdian seperti yang sudah diterapkan sejak lama.

” Konsep pengabdian tanpa batas tentang bagaimana berbakti bersungguh-sungguh terhadap pekerjaan dengan berharap atas syafaat dan ridho Allah SWT. Selain itu merupakan pengabdian terbaik dari jabatan terhadap Negeri ini dengan baik dan lurus, insyaallah Allah akan turun Rahmat Allah kepada kita semua,” ujarnya.

Sultan Tidore minta agar jabatan adat ini tidak digunakan pada hal-hal yang dapat merusak marwah Kesultanan. “Saya minta agar jabatan adat ini tidak dibawa-bawa ke dalam urusan politik,”  pintah Sutlan Tidore yang juga anggota DPD RI perwakilan Malut ini.

Sangaji Poton atau Sangaji Patani yang baru dikukuhkan, Umar Hasan, mengaku akan menjalankan amanah ini sesuai agama dan keyakinan. ” kami akan menjalankan tugas Seperti Sangaji Weda, Sangaji patani dan Gebe, mudah-mudahan kami akan menjalankan tanggung jawab ini sesuai agama dan keyakinan kami,” katanya.  Menurut Umar sebagai warga adat Patani, dirinya merasa bangga atas kehadiran Sultan yang melantik secara langsung perangkat adat Nyili Lofo-Lofo.

” Kami juga berharap Sultan dapat mengukuhkan bobato dunia dan akhirat di widi, Gemya, Tapileo, Peniti dan Banemo, serta Kapita Lau desa Kipai yang menurutnya saat ini belum dikukuhkan,” Ungkapnya.

Sementara Dr. Hariyadi Ahmad, selaku tuan rumah dalam acara pelantikan itu  mengatakan sebagai putra Wailegi juga sangat senang dan bangga atas kehadiran Sultan secara langsung. “Ini sesuatu yang luar biasa.” Kata Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara.

Menurutnya, acara kesultanan itu merupakan suatu spirit bagi anak-anak muda yang menyaksikannya secara langsung. ” Spirit harus dijaga dan dipertahankan, agar supaya kedepannya adat istiadat ini tidak luntur oleh zaman, serta tidak terbawa oleh gelombang arus zaman, Seperti yang disampaikan oleh Sultan, kita mesti mempertahankan warisan dari petuah-petuah kita,” jelasnya. (Poel)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *