BORERO.ID – Jelang hari pencoblosan Pemilihan bupati dan wakil bupati Halmahera Utara, masyarakat diminta tetap menjaga keamanan dan ketertiban serta menolak paham radikal selama tahapan pilkada tahun 2020 berlangsung.
Ketua Nahdatul Ulama (NU) yang juga sebagai PJs Ketua MUI Kabupaten Halut H. Husain Horu, melalui siaran pers kepada media ini senin (07/12) mengatakan, perbedaan dalam momentum pilkada merupakan hal yang wajar dan sudah menjadi sebuah kebiasaan, namun menjaga silahturahmi, keamanan dan ketertiban hidup berdampingan adalah kewajiban kita bersama.
“Kami menghimbau dan mengajak kepada seluruh masyarakat Halmahera Utara untuk menciptakan Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 yang aman dan damai, kita boleh berbeda pilihan namun tetap satu dalam keanekaragaman,” katanya

Ia menuturkan, momentum Pilkada kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena masih berada pada pandemi covid-19.
“Tetap jaga protokol kesehatan, ikuti sesuai anjuran pemerintah, karena ini demi kebaikan kita bersama,” ujarnya
Senada dengan itu, Ketua Gereja Masehi Injil Halmahera (GMIH) Sidang Sinode Istimewa (SSI) Pdt Lewian Sambaimana mengatakan meskipun ada perbedaan dalam menentukan pilihan akan tetapi kita harus menolak hal-hal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan.
“Keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga serta kita menolak Paham Radikal yang bisa memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” tandasnya
Sementara itu, Sekertaris GMIH SSD Pdt. Verdianus Guselaw menyatakan, pilkada 2020 ini kita wujudkan ‘Ino Horimoi ho Hidiai Nanga Berera’ Halmahera Utara (Mari kita membangun daerah kita Halmahera Utara)
“Mari gunakan hak pilih kita, agar sama-sama kita wujudkan pilkada ini dengan aman dan damai,” singkatnya. (Red)


