BORERO.ID TERNATE- Proyek pembangunan pelabuhan Pulau Hiri Ternate membutuhkan sebanyak 2.888 beton cor atau tetrapod. Kebutuhan tetrapod sebanyak itu guna memacah ombak yang saat ini dalam proses cetak berkisar ratusan tetrapod hingga masa adendum bulan Februari 2022. Meski demikian, sejuah ini pekerjaaan di lapangan Pantai Sulamadaha belum ada progres.
“Pekerjaan cetak tetrapod ini diadendum sampai Februari nanti. Mulai masuk adendum awal Januari kemarin, hanya saja progres lapangan belum ada. Karena informasi akhir tetrapod yang dicetak baru masuk 120 buah lebih,” kata Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) tetrapod pelabuhan Pulau Hiri, Nasrun A Samaun, Senin (17/1/2022).
Nasrun menjelaskan, untuk total kebutuhan tetrapod sebanyak 2.888 dengan desain perencanan jika ke dasar laut dengan kedalaman 17 meter, atasnya 3 meter, dan tingginya mencapai 8 meter. “Jadi total keperluan tetrapod yang bakal di tanam untuk pemecah ombak pelabuhan Pulau Hiri semuanya itu berjumlah 2888,” ujarnya.
Nasrun menambahkan, meski sudah masuk dalam adendum belum ada juga pembayaran 30 persen ke rekanan, dan hanya baru pembayaran uang muka (depan) dari total anggaran proyek Rp 1,2 miliar.
“Jadi tahun ini ada alokasi Rp 3 miliar untuk lanjutan proyek pemasangan ke laut, tetapi belum dilakukan tender. Karena menunggu sampai pekerjaan ini yang awal selesai,” jelasnya. (Red/nyi)



