Borero.id – Tanggap cepat benahi titik rawan bencana banjir di Kota Tidore yang dilakukan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Malut dapat apresiasi dari Komisi III DPRD Kota Tidore Kepulauan.
Ketua Komisi III DPRD Tikep Ardiansyah Fauzi mengatakan, realisasi sejumlah proyek infrastruktur strategis yang menjadi aspirasi masyarakat beberapa bulan terakhir tertangani dengan baik oleh pihak Kementerian PUPR melalui BPJN dan BWS Malut.
“sinergi antara legislatif dan instansi vertikal Kementerian PUPR tersebut telah membuahkan hasil nyata. Beberapa titik rawan bencana banjir kini telah tertangani, dan akses jalan daerah mulai menunjukkan progres signifikan,” Kata Fauzi
Ia menuturkan, berdasarkan tinjauan di lapangan, sejumlah usulan yang diajukan beberapa bulan lalu kini telah rampung dikerjakan, di antaranya penanganan banjir di kawasan Bobo dan Gurabati, Normalisasi Kali Toe Kususinopa, kali Toburo Oba Utara.
Pembangunan jalan daerah di Akelamo yang saat ini sudah mulai masuk tahap pengerjaan fisik.
”Kami sangat mengapresiasi respons cepat dari BPJN dan BWS. Apa yang kami minta beberapa bulan lalu, seperti penanganan banjir di Bobo, Gurabati, dan Kali Toe, sudah terealisasi. Ini adalah bentuk kerja nyata untuk masyarakat,” ujar Ardian
Meski beberapa titik telah selesai lanjut Fauzi, pihaknya menekankan masih ada agenda krusial yang harus diselesaikan pada awal tahun 2026 ini. Fokus utama saat ini tertuju pada Jembatan Akelamo yang kondisinya kian memprihatinkan dan menjadi urat nadi transportasi warga.
”Jembatan Akelamo akan ditenderkan awal tahun sebagaimana yang kepala BPJN sampaikan saat pertemuan di kantor BWS beberapa waktu lalu karena memang kondisinya sudah sangat darurat. Selain itu, kami juga tetap memprioritaskan penanganan beberapa titik banjir di wilayah Oba yang masih tersisa yakni sungai diruas jalan Aketobololo-Akedotilou,” Ujarnya
Ke depan, Komisi III berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan BPJN dan BWS. Agenda terdekat yang telah dijadwalkan adalah penanganan infrastruktur di Kelurahan Tomalou dan Kalaodi, juga usulan jalan daerah untuk Desa Lola dan Bale
“Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat memastikan pemerataan pembangunan infrastruktur, baik jalan maupun sistem drainase, di seluruh wilayah Maluku Utara demi meningkatkan keselamatan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.” Pungkasnya **


