TIDORE.BORERO.ID – Hujan deras dan banjir serta angin kerjang beberapa waktu lalu mengakibatkan sejumlah kerusakan yang terjadi di kecamatan Oba Utara yakni desa Garojou, desa Kusu dan desa Oba.
Akibat dari kondisi tersebut membuat akses jalan menuju lokasi kuburan di desa Garojou Kecamatan Oba Utara mengalami rusak berat, selain itu angin kencang juga mengakibatkan kerusakan rumah sebanyak 10 rumah di desa Kusu diantaranya 2 rusak berat dan 8 rusak ringan.
Hal tersebut di ungkapkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore. Muhammad Abubakar, saat ditemui di ruang kerjanya, mengatakan denga kondisi tersebut BPBD Kota Tidore Kepulauan langsung mengingentarisir sejumlah kerugian yang terjadi di desa tersebut.
” Untuk total kerugian yang di taksir sebesar Rp.20 juta, sementara dalam aturan tersebut korban rusak berat hanya bisa di bayar Rp.7 juta lebih, sedangkan Yang rusak ringan hanya Rp. 3 juta sampai Rp.4 juta,” ungkapnya.
Kemarin ada masyarakat desa Kusu yang datang menanyakan progres pembayaran, namun kami dari BPBD belum bisa merealisasikan masalah tersebut, karena anggaran yang di pakai menggunakan Dana Tak Terduga (DTT) sehingga masih menunggu proses administrasi untuk diselesaikan.
” Kalau ada dana dukungan yang melekat di BPBD maka kita akan segera merealisasikan secepatnya mungkin, namun dana tersebut tidak ada maka kami menggunakan DTT sehingga butuh proses,” ungkapnya.
Selain itu juga BPBD akan memperbaiki sejumlah kerusakan diantaranya Jalan Pekuburan di Desa Garojou, persoalan Banjir di Dusun Balisosa, Desa Balbar dan Persoalan Banjir di Desa Oba Kecamatan Oba Utara. Karena diwaktu hujan, dua wilayahnya itu, airnya sering meluap sampai ke rumah warga.
“Untuk banjir yang terjadi di Desa Oba, itu karena tembok tepinya terlalu rendah, sehingga kami akan melakukan perbaikan dengan menambah ketinggian pada tembok tebing setinggi 1 Meter,” ujarnya.
Untuk di Pulau Tidore, Muhammad mengaku terdapat di Kelurahan Seli Kecamatan Tidore, dan Kelurahan Doyado Kecamatan Tidore Timur. “Untuk Seli itu kami hanya tinggal melakukan perbaikan drainase yang nilainya kurang lebih 20 Juta, sementara di jembatan Doyado itu kami sudah buat usulan ke Balai untuk segera dilakukan perbaikan,” tuturnya.
Sementara untuk Kelurahan Indonesiana, tepatnya di perempatan lampu merah menuju Pasar Sarimalaha yang kerap menjadi langganan banjir, Muhammad bilang, hal itu terjadi karena saluran air di areal tersebut sudah dipenuhi dengan tanah serta adanya penumpukan sampah di dalam saluran air. Sehingga pihaknya sudah turun untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Kemarin waktu kami lakukan pengangkutan sampah itu, kurang lebih sebanyak 8 Dam,” ujarnya.
Olehnya itu, untuk menuntaskan permasalahan di Kelurahan Indonesiana, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kota Tikep untuk memperbaiki Saluran Air yang ada disana. “Kami sudah koordinasikan dengan Dinas PUPR, selanjutnya nanti mereka yang tindaklanjut,” tuturnya. (ii).



