BORERO.ID TERNATE – Acap kali keluhan rakyat atau masyarakat soal kondisi infrastruktrur jalan di berbagai Kabupaten/Kota Provinsi Maluku Utara (Malut) sungguh memprihatinkan. Masyarakat di Kabupaten Pulau Taliabu, Sanana, Halmahera Selatan, Kota Tidore Kepuluan, dan lain sebagainya tidak henti menyeruakan derita semacam itu.
Di dataran Gane, Halmehara Selatan, pada 7 Maret 2022 kemarin, masayarakat Desa Balitata, Kecamatan Gane Barat Utara, mengeluhkan kondisi jalan dan jembatan belum tersentuh infrastuktur. Kondisi jalan belum teraspal dan jembatan belum dibangun membuat masyarakat di daerah itu harus bertarung penuh resiko menyebrangi derasnya aliran sungai. Apa lagi disaat musim penghujan, sungai meluap membuat warga terpaksa menggotong kendaraan mereka untuk menyeberangi aliran sungai itu. Sungguh memprihatinkan.
Baca Juga : Sejak Indonesia Merdeka, Daratan Oba Masih Menderita
Masyarakat wilayah itu butuh perhatian pemerintah serta elemen terkait. Bukan hanya di daratan Gane, namun juga di beberapa Kabupaten/Kota lainya menderita sejak lama. Hal demikian, borero.id beberapa waktu lalu berkesempatan meminta respon Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah II Maluku Utara.
Dikatakan BPJN Malut, aspirasi masyarakat tentang kondisi jalan dan jembatan misalkan di daratan Gane sesungguhnya ingin ditangani pihak Balai. Tapi pada prinsipnya semua itu berawal atas dorongan pemerintah daerah. “Misalkan Bupatinya, atau Gubernurnya mengusulkan ke kementerian PUPR untuk ditangani seperti jalan. Kalau langsung dari kami tidak boleh, jangan terkesan ada kepentingan. Karena kami hanya pelaksana pekerjaan,” kata Kepala Satuan Kerja (Satker) BPJN Malut, Chandra Syah Parmance.

Hal demikian, Chandra mencontohkan seperti Pulau Obi. Secara historis pada waktu itu Gubernur Malut Abdu Gani Kasuba menyampaikan ke pihak Balai, mengapa tidak ditangani karena pemerintah daerah tidak mengusulkan. Namun kata Chandra, lambat laun diusulkan jalang lingkar Pulau Obi pada akhirnya sudah dikerjakan pada Tahun 2021. “Cuman didemo saya juga bingung. Nah, buat saya kalau banya didemo akhirnya apa sekarang Tahun 2022 ini tidak ada anggaran lagi untuk kelanjutan pembangunan jalan di Pulau Obi,” ujarnya.
Baca juga : Sering Didemo, Jalan Lingkar Pulau Obi Distop
Menurut Chandra, sebebutulnya masyarakat rugi dan sangat disayangkan. Padahal pekerjaan pulau Obi Tahun 2021 pada waktu itu dengan susah payah didapatkan. Selain pulau obi, tambah Chandra, akses jalan seperti dari dataran Gane menuju tempat wisata paling bagus yakni Pulau Widi sampai sejauh ini jauh dari harapan. “Saya punya semangat membangun, tapi sayang kita tidak bisa. Seharusnya Pemda setempat harus mengusulkan ke kementrian. Untuk pulau Obi sendiri, paling tidak saya sudah memenuhi keinganan Gubernur Waktu itu,” ungkapnya.
Chandra berharap, Pemerintah daerah yang ada di Kabupaten/Kota Provinsi Malut harus mencoba mengusulkan ruas jalan-jalan mana saja yang mau ditingkatkan manjadi jalan Nasional. Usulan tersebut disampaikan ke Kementrian karena Satker BPJN Malut hanya pelaksana pekerjaan. “Kalau didorong, prinsinpnya saya punya semangat membangun Maluku Utara,” tandasnya. (Red)


