Demo Tolak Pencabutan SKB dan Deputi Pembina TKBM Ternate

TKBM Pelabuhan Ahmad Yani Ternate saat melakukan aksi protes (Dok : Gandi)

BORERO.ID TERNATE – Puluhan pengurus Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara, melakukan aksi protes di depan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate, Selasa (6/12/2022) pagi.

Aksi tersebut demi menolak wacana pencabutan Surat Keputusan Bersama (SKB) dan satu Deputi tentang Pembinaan dan Penataan Koperasi TKBM di Pelabuhan seluruh Indonesia. “Kami menyatakan menolak tegas rancangan peraturan menteri perhubungan,” ujar Wakil Ketua Koperasi TKBM Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Irfan M. Saleh.

Penolakan dimaksud tentang jenis, struktur, golongan dan mekanisme penetapan tarif pelayanan jasa bongkar muat barang dari dan ke kapal di Pelabuhan karena bertentangan  PP nomor 7 Tahun 2021. “Ini baru awal dan kami memberikan sinyal kepada oknum-oknum oligarki yang berada dibalik semua itu, dimana hanya mementingkan diri sendiri serta kelompoknya,” katanya.  Irfan menegaskan, apabila pemerintah tidak mau mendengarkan suara dan jeritan hati rakyat kecil, maka aksi dilakukan lebih besar. Selain itu, bahkan darah dan nyawa pun semua siap mempertahankan keberadaan koperasi TKBM di pelabuhan seluruh Indonesia.

“Sebenarnya wacana rancangan peraturan menteri perhubungan justru mengeluarkan koperasi dari proses bisnis yang ada di pelabuhan,” katanya.

Salain itu, tidak ada pembagian ruang dan mengikutsertakan koperasi TKBM sebagai penyelenggara TKBM di pelabuhan bongkar muat barang dari dan ke kapal di dalam penetapan tarif pelayanan jasa pelabuhan. Padahal, hal ini sangat jelas bertentangan dengan PP nomor 7 tahun 2021.

Olehnya itu, kata Irfan, sangat bertentangan dan seluruh anggota koperasi siap untuk pasang badan dan memperjuangkan apa yang mereka dapatkan. Maka aksi protes hari ini dilakukan dalam bentuk sikap atau perdamaian kecil. Tetapi ke depan, tidak menutup kemungkinan dilakukan aksi lebih besar.

Ia menambahkan, TKBM bersama seluruh buruh Indonesia akan melakukan demo besar-besaran dan puncaknya akan ada namanya closing pelabuhan. “Artinya semua pelabuhan akan mogok secara nasional seluruh Indonesia dan akan dilakukan secara serentak,” kata Irfan. (Gan)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *