TIDORE  

Dinas Pendidikan Tikep Minta Orang Tua Dukung Vaksinasi Anak

Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepuluan (Poel/Borero.id)

BORERO.ID TIDORE  – Angka vaksinasi anak usia 6-11 Tahun di Kota Tidore Kepulauan (Tikep) masih minim.  Data Dinas Kesehatan Kota Tikep angka vaksinasi anak masih di angka 14 persen atau masih 1000 lebih anak yang baru divaksin,dari total yang ditargetkan sebanyak 11.000 siswa.

Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan (Tikep) Jamil Hadi,saat dikonfirmasi mengatakan dirinya mengakui jika vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini banyak kendala yang di hadapi, namun diknas tidak tinggal diam akan hal tersebut.

Bahkan dirinya meminta kepada orang tau murid untuk mendukung kegiatan vaksinasi anak umur 6-11 tahun, agar kegiatan belajar mengajar bisa berjalan secara normal karena antibodi siswa sudah terbentuk, karena ini program nasional. “Saya minta kepada orang tau agar bisa mengajak anaknya untuk melakukan vaksinasi demi kesehatan dan kebaikan bersama,” tuturnya kepada borero.id, Jumat 1 April 2022.

Lanjutnya bahkan dinas pendidikan sudah berulangkali melakukan rapat dengan seluruh kepala sekolah SD yang ada di kota Tidore kepulauan, agar kepala sekolah bisa membantu mengajak orang tua murid untuk bisa memeberikan pemahaman terkait vaksinasi anak usia 6-11 tahun.

“Kami akan terus menyampaikan hal tersebut ke kepala sekolah, namun kami juga memprioritaskan terutama anak dari orang tuanya guru atau ASN untuk di vaksin, dan jika kami temukan anak dan orang tuanya guru atau ASN yang tidak mau di vaksin, maka kami akan sampaikan ke walikota untuk di tindaklanjuti,” ujar Jamil.

Selain itu sekertaris diknas juga berharap kepada kepala sekolah untuk jangan bosan untuk melakukan sosialisasi vaksinasi kepada siswa sampai ke orang tua murid, bahkan di beberapa waktu kemarin ada kegiatan berjenjang yang di ikuti oleh siswa, maka wajib hukumnya untuk dilakukan vaksinasi karena itu salah satu persyaratanya.

Bahkan diknas sudah melakukan ketegasan bahwa dalam melakukan semester (ulangan) dan semua siswa sudah harus dilakukan vaksinasi, jika tidak jangan dulu mengikuti semester bahkan sampai pada pembagian buku raport harus di tahan, karena yang belum di vaksin akan mengganggu proses belajar mengajar.

“Karena program ini nasional maka dinas pendidikan siap mendukung program tersebut,” tutup Mentan Kabid SD.(Poel)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *