TIDORE  

Husain Alting Melakukan Kegiatan Dengar Pendapat Bersama Masyarakat Adat

TIDORE.BORERO.ID – Masyarakat Adat memiliki peran penting dalam melestarikan kebudayaan dan lingkungan, hal ini disampaikan oleh Husain Alting saat melakukan kegiatan dengar pendapat masyarakat di Kadaton Kesultanan Tidore pasca pelantikan perangkat adat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, bobato Kesultanan Tidore, Perwakilan Masyarakat adat di tiap soa/lingkungan serta masyarakat adat dari negeri Fogogoru Maba dan Bicoli. (19/12/2021).

Pada kesempatan tersebut, anggota DPD RI dari Provinsi Maluku Utara menyampaian, mengajak masyarakat adat untuk menjaga, merawat dan mengamalkan adat dan tradisi yang ada. Jangan pernah lesu dan lengah dalam mengangkat kebudayaan yang dimiliki karena, dengan kebudayaan Tidore dan Fogogoru masyarakat luar mengenal identitas yang kita miliki

” Saat ini yang paling penting dalam membangun kebudayaan adalah bagaimana konsistensi kita dalam mengamalkan nilai-nilai budaya dan tradisi yang diwariskan para leluhur kita. Jika kita semua mampu mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari baik itu lingkungan kerja kita senantiasa menjadi mahluk berbudaya dan beragama,” ujar Husain.

Lanjutnya seperti, azas-azas yang merupakan landasan bagi bangunan ketatanegaraan, tata hubungan sosial kemasyarakatan dan tata niaga yang melingkupi masyarakat Tidore dan Fogogoru. Azas Loa se Banari (lurus/adil dan benar), Syah se Fakati (musyawarah dan mufakat), Suba se Pakasaan (saling menghormati), Ngaku se Rasai (saling mengakui/mengapresiasi dan menyayangi), Ole se Nyemo-nyemo, Budi se Bahasa (tatakarama berbicara dan sopan santun dalam pergaulan), Mae se Kolofino tede suba te Jou Ma Dubo (Malu dan takut semata-mata karena Allah SWT, Tuhan Yang Maha Tinggi). Jika ini diterapkan dalam keseharian dan menjadi sandaran tiap orang, sudah tentu daerah dan masyarakat akan semakin baik, tegas Husain.

Anggota MPR RI pada kesempatan itu, mengajak masyarakat Adat untuk menjaga alam di bumi Maluku Utara dan Khususnya di Halmahera.

” Jangan merusak Alam dan ekosistem yang ada di pulau tersebut, itu semua merupakan pemberian Allah SWT yang dititipkan kepada manusia untuk merawat dan menjaganya. Ketika kita semua merawat alam di Pulau Halmahera sudah tentu alam akan memberikan yang terbaik buat masyarakat di sana,” tuturnya.

Marilah kita semua melestarikan alam dan menjaga ekosistem yang ada, masyarakat adat dapat memanfaatkan sumber daya yang ada untuk berkebun, melakukan aktivitas sebagai petani dan nelayan yang memberikan kita kehidupan.

” Tetapi, perlu ada kesadaran bersama untuk merawat dan menjaga demi anak cucu kita di kemudian hari. Kita wariskan hutan Halmahera yang asri, dan hijau kepada anak cucu, bukan bencana atau musibah,” tegas Husain saat menutup pembicaraan.(ii)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *