BORERO.ID SANANA -Hujan deras mengguyur Kabupaten Kepulauan Sula beberapa hari kemarin mengakibatkan sejumlah jembatan rusak. Diantaranya jembatan penghubung antara Desa Capalulu dan Waiu dan juga jembatan di Desa Paratina, Kecamatan Sulabesi Barat. Begitupula jembatan penghubung antara dua Desa di Pulau Mangoli juga putus aksesnya.
Jurnalis borero.id menghimpun, kondisi tersebut lantaran air meluap dan mengakibatkan banjir dimana-mana. Tanggul penahan air kali di Desa Umaloya juga ikut patah hingga sampai saat ini belum bisa diperbaiki oleh Dinas terkait.
Begitupula longsor terjadi di Kecamatan Sulabesi Selatan. Akibatnya ruas jalan menuju kecamatan Sulabesi Selatan ini dipenuhi tanah dan batu. Warga terpaksa berusaha mengangkut tanah menggunakan alat seadanya.
Selajutnya, kondisi hujan pada Sabtu (16/7) kemarin telah merendam puluhan rumah dengan ketinggian air mencapai sekitar 70 sentimeter seperti terjadi di Kecamatan Mangoli Tengah, Desa Capalulu, Waiu, Waitulia, Mangoli, dan Desa Jere banjir disertai lumpur masuk ke rumah penduduk.
Ketua BPD Desa Capalulu, Takdir Englen, kepada media ini Minggu (17/7/2022) mengatakan satu jembatan yang menghubungkan antara Desa Capalulu dan Desa Waiu terputus karena dihantam banjir yang meluap pada beberapa hari lalu. Dia mengaku hingga sampai saat ini pemerintah daerah belum bisa melakukan apa-apa.

” jadi kami masyarakat meminta kepada Pemda dan DPRD Sula segera mencari solusi terbaik terkait dengan jembatan yang suda rusak ini,” desak Takdir.
Menurut dia, jembatan penghubung antara Desa Capalulu dan Waiu itu kalau tidak diperbaiki secepatnya maka masyarakat tidak bisa melintasi jalur tersebut. Sebab jembatan ini adalah akses utama masyarakat di Kecamatan Mangoli Tengah dan Kecamatan lainnya.
” Jadi Kalau bisa perlu diperhatikan dalam waktu dekat ini,jangan hanya datang cuman foto dan menjadi laporan. Kami juga tahu bahwa jembatan ini untuk memperbaiki itu membutuhkan biaya cukup besar, tapi paling tidak ada solusi lain,” tandas Takdir. (Ano)



