Kesalahan Kadis, TPP Diknas Ternate Lambat Dibayar

Kantor Diknas Kota Ternate (Dok : istimewa)

BORERO.ID TERNATE Keterlambatan pembayaran tambahan penghasilan pegawai (TPP) Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Ternate selama 2 bulan adalah kesalahan Kepala Dinas, Muslim Gani.

Salah satu sumber terpercaya di Diknas Kota Ternate yang meminta nama tak disebutkan kepada media ini mengatakan, lambatnya TPP adalah murni kesalahan Kadiknas, Muslim Gani. Karena melakukan roling internal Dinas tidak berpedoman pada analisis jabatan dan beban kerja. “Kendala pembayaran TPP yang paling utama adalah laporan kinerja. Dimana, Kadis melakukan mutasi diinternal dinas yang menurut bidang kepegawaian ada beberapa pegawai yang ditempatkan tidak sesuai dengan analisis jabatan dan beban kerja,”ujar Sumber itu.

Ia menuturkan, mutasi berpedoman pada analisis jabatan dan beban kerja. Memang sebelumnya pada bulan Januari Plt Kadis pernah mengeluarkan SK penempatan tugas, namun itu berdasarkan analisis jabatan sehingga tidak menjadi masalah. Tiga bulan belakangan ini lanjut dia, kadis melakukan roling internal dinas dan itu bertentangan dengan aturan, sehingga pada saat penarikan data ada pegawai-pegawai tertentu yang punya beban kerja tidak mencukupi sesuai terget. Meski demikian, permasalahan itu Kadis kemudian mencabut SK mutasinya dan kembalikan para staf ke posisi jabatan semula. “Hari senin kemarin semua pegawai sudah dikembalikan ke semula sesuai tupoksi kerja, dan itu sudah diselesaikan,”jelasnya.

Sementara itu, Kabid Kasda BPKAD Kota Ternate Amirudin Abdul Hamid mengatakan, sampai kini belum ada permintaan dari Dinas Pendidikan ke BPKAD untuk pencairan tambahan penghasilan pegawai (TPP). “Kami sudah mengecek, dan Dinas Pendidikan belum mengusulkan permintaan pencairan TPP;” katanya Kamis kemarin.

Kata dia, dari seluruh OPD yang ada di Pemkot Ternate semua sudah terbayarkan, hanya Dinas Pendidikan Kota Ternate yang belum memasukan permintaan mencairan TPP. “Kalau OPD lain sudah kita cairkan, karena kalau ada ada permintaan yang masuk dan diverifikasi adminitrasinya sudah lengkap langsung dicairkan,” pungkas Amirudin. (Red)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *