BORERO SPORT – Jadwal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Maluku Utara ke-IV 2022 semula 18 Juli bakal digelar namun diminta diundurkan bulan Oktober dari tuan rumah Kota Ternate mendapat kepastian. Usalan pengunduran jadwal Porprov ini setelah dilakukan rapat koordinasi dengan KONI Provinsi Malut bersama sejumlah pengurus KONI Kabupaten/Kota.
Alhasil, rapat koordinasi berlangsung di Grand Majang Hotel Ternate, Rabu (22/6) kemarin diputuskan atau ditetapkan pada 30 Agustus sampai 7 September 2022, resmi digelar multi event Porprov ke-IV ini.
Ketua Umum KONI Malut Hi. Djafar Umar kepada wartawan mengaku, keputusan itu merupakan hasil keputusan bersama dengan pengurus KONI Kabupaten/Kota setelah dipertimbangkan atas usulan permintaan penundaan dari tuan rumah Kota Ternate dan Kota Tidore. “ Keputusan ini telah disetujui oleh peserta rapat koordinasi. Nanti ada beberapa hal akan kami tindaklanjuti untuk membackup penyelenggaraan Porprov kali ini ” katanya.
Selanjutnya akan dikeluarkan surat pemberitahuan kepada Bupati dan Wali Kota terkait pelaksanaan olahraga multi event ini pada akhir Agustus dan awal September. “Semacam surat mengingatkan pada bupati dan wali kota untuk memperhatikan ketersediaan anggaran mendukung penyelenggaraan Porprov,” ujar Djafar.
Selain itu, semua tahapan kembali diperpanjang seperti tahap chief de mission (CDM) serta entri by name bagi peserta atlit dan cabang olahraga (Cabor). Karena sejauh ini baru dua Kabupaten yang memasukan entri by name yakni Kabupaten Halmahera Barat dan Halmehara Utara. Sementara Kabupaten/Kota lainya belum sama sekali termasuk tuan rumah Kota Ternate.
Menurut Djafar, dalam menggadapi Porprov ke-IV pihaknya juga telah melakukan pertemuan dengan Komisi IV DPRD Provinsi Malut. Pertemuun ini terkait pengajuan perubahan anggaran yang masih dibutuhkan KONI Malut. ” Ini karena anggaran dibutuhkan senilai 9 milyar yang baru disetujui 7 milyar sehingga diajukan dalam perubahan anggaran nanti,” jelasnya.
Sementara itu Ketua KONI Kota Ternate, Lukman S Poli menyampaikan, pengusulan pengunduran waktu selaku tuan rumah bersama Kota Tidore karena terdendala anggaran. Usulan di bulan Oktober mendatang tapi koordinasikan beberapa Kabupaten/Kota seperti Kota Tidore sebagai tuan rumah bakal menghadapi hajatan besar yakni Sail Tidore yang berlangsung pada bulan yang sama.

Meski demikian, Lukman mengaku karena sudah ada keputusan bersama KONI Kabupaten/Kota lainya melalui rapat koordinasi itu ditetapkan akhir Agustus dan awal September digelar Porprov. Karena itu, pihaknya bersama pengurus KONI dan Dispora akan menghadap ke Wali Kota Ternate untuk menyampaikan hasil rapat tersebut.
Menurut Lukman, khususnya Kota Ternate yang dipercayakan sebagai tuan rumah harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambut para peserta atau kontingen yang datan ke Ternate. Persiapan sedini agar peserta Porprov ini ketika pulang ke daerah masing-masing membawa kesan yang baik.
” Sebab sasaran kita selaku tuan rumah adalah kesuksesan penyelenggara dan sukses prestasi, sehingga tidak membawa kesan buruk bagi peserta dari kabupaten/kota lain. Karena itu diharap dukungan pemerintah terhadap kegiatan multi even ini karena merupakan olahraga tertinggi di Provinsi Maluku Utara,” tandas Lukman. (Red)



