BORERO.ID – Salah Satu Kepala Dinas dilingkup pemerintah kota Tidore kepulauan merasa terkejut dengan undangan yang dilayangkan sekretariat DPRD yang menuliskan PLT, Kejadian tersebut sudah berulang kali terjadi.
Kejadian tersebut terjadi pada kepala dinas Ketahanan Pangan Kota Tidore Kepulauan Iskandar Halil, dirinya sempat kaget dengan undangan yang diterimanya untuk menghadiri paripurna pengesahan KUA-PPAS APBD Perubahan di DPRD jumat (13/11/2020).
Undangan yang dilayangkan oleh sekretariat DPRD itu pada sampul depanya ditujukan untuk Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Namun anehnya lagi undangan tersebut jika di tanda tangani wakil ketua I dan wakil ketua II DPRD tidak menuliskan Plt. Namun jika di tanda tangani ketua DPRD tetap bertuliskan Plt.
Sementara itu, Iskandar sendiri hingga saat ini masih menjabat sebagai kepala dinas aktif dan belum menerima SK Pemberhentian Jabatan. Hal ini membuat Iskandar merasa terhina kemudian memposting lewat media sosial melalui akun facebooknya.
Isknadar Halil saat di temui terkait dengan postingan tersebut, mengaku dirinya terpaksa melakukan postingan itu karena kejadian tersebut sudah terjadi berulang kali di dua bulan belakangan ini, hingga postingan tersebut karena dirinya sangat kecewalantran merasa dirinya terhina.
” saya merasa persoalan ini sebenarnya disengaja, atau katakanlah di takut-takuti, apalagi ini momentum politik, tetapi perlu saya tegaskan bagi saya jabatan itu amanah, kalau diberikan pasti saya akan bertanggungjawab, tetapi kalau dengan keraguan hari ini saya bersedia tinggalkan jabatan itu. Saya serahkan semua ke Wali Kota, karena itu hak dia. Jadi kalau hari ini, jabatan saya dicabut saya tidak pernah bantah, saya berterima kasih karena selama ini sudah memberikan kepercayaan atas amanah yang diberikan ke saya selama ini,”sesalnya.
Menurut Iskandar jika berpemerintahan yang baik maka seharusnya ada SK pergantian dari BKPSDM dulu, sehingga sekretariat DPRD bisa menyurat seperti itu, namun sejauh ini belum ada SK pergantian yang terima, atau ada Plt yang ditunjuk menggantikan dirinya.
” kejadian tersebut sudah terulang sebanyak lima kali saat undang yang dilayangkan dari DPRD untuk menghadiri paripurna, Tetapi yang saya lihat setiap undangan yang saya terima, kalau pimpinan lain yang tandatangan, itu tetap kepala dinas, tetapi kalau ketua yang tandatangan tetap Plt. Makanya saya berfikir ini disengaja, kalau tidak disengaja tentu pasti bukan Plt. Makanya saya posting lewat media sosial melalui Facebook tadi supaya orang tahu, minimal pak wali tahu, masyarakat juga tahu bagaimana perlakuan terhadap saya dalama hal ini sebagai ASN,”tandasnya.
Iskandar menegaskan dengan adanya momentum politik ini, sebagai seorang ASN tentu dirinya masih menjaga netralitas serta kode etik sebagai seorang ASN, Kalau bicara soal keterpihakan kepada salah satu kandidat banyak yang lakukan itu, tetapi kenapa mereka itu tidak disentuh, namun yang dinilai hanya dirinya.
” Tetapi saya mau tegaskan saya tidak mengemis jabatan, kalau hari ini diganti saya terima, saya selaku orang oba, perlu saya tegaskan tidak mengemis jabatan. Meski representasi kami orang oba yang masuk eselon 2 ini porsinya sangat kecil” tegas Iskandar
Sementara itu, Sekretaris DPRD Tikep Ikbal Japono saat dikonformasi terkait persoalan tersebut mengaku sementara masih terus lakukan investigasi staf siapa yang membuat undangan ke Kadis Ketahan Pangan itu.
”Terkait ada undangan yang pengetikanya Plt itu, saya langsung meminta kepada ketua untuk menindaklanjuti mencari tahu, Tadi juga saya sudah mengumpulkan bagian persidangan yang notabene bertanggungjawab atas undangan itu, bahkan saya sendiri sudah mengecek ke komputer yang dipakai untuk cetak undangan, ternyata masih ada Plt dalam undangan itu. Makanya saya perintah untuk hapus. Tetapi saya masih mencari tahu atau investigasi cari tahu staf siapa yang melakukan hal itu, apakah disengaja atau tidak. Tetapi saya selaku sekwan beserta pimpinan dan staf mengucapkan permintaan maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh staf saya” ungkap Ikbal.
selain itu Ikbal juga meminta maaf ke masyarakat oba, karenamasalah tersebut sudah bukan rahasia lagi di media sosial “medso” atas postingan pak iskandar tadi, banyak orang oba yang merespon, jangan sampai orang oba merasa tersinggung. Untuk itu sekali lagi saya minta maaf untuk masyarakat oba.(Lee)


