TIDORE  

LSM Jajaran Malut Nilai Perdebatan Isra dan Ahmad Bukan Solusi Masalah PT. Sanatova

BORERO.ID, – Mengamati polemik tentang PT.Santova Anugerah yang melakukan eksplorasi di Dusun Paceda kecamatan Oba tengah Kota Tidore Kepulauan, provinsi maluku utara yang diketahui sampai 18 Maret 2026, dengan luas lahan 9063 hektar, yang menjadi perdebatan anggota legislatif Ahmad Ishak dan akademisi unibrah Isra Muksin dinilai bukan sebuah solusi, namun hanya beretorika untuk menjadi surga telinga bagi masyarakat.

Menurut Ketua Bidang Humas Dan Penataan Lingkungan Hidup Lembaga Suadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Lingkungan (JAJARAN MALUT). Ibrahim Yakub, dari perdebatan tersebut Mengapa tidak mestinya sebagai ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan harusnya lebih cepat mengambil sikap tegas terhadap masalah PT.sanatova Anugerah, tanpa menunggu kunjungan DPRD baru bersikap.

“mana mungkin perwakilan rakyat ketika membicarakan kepentingan rakyat masih menyesuaikan dengan agenda mereka, itu ibarat melarutkan kesengsaraan pada masyarakat”.Ungkapnya.

Disisi lain muncul lagi dari komentar salah satu akademisi Unibrah yang melihat peluang dan kesempatan kerja, menurunnya tidak hanya berada di peluang kerja namun harusnya bisa belajar dari pengalaman beberapa perusahaan tambang lainnya yang sudah lebih dulu masuk di Maluku Utara.

” Tentunya pada peluang ekonomi dengan teori TOP Down sebenarnya hanya menguntungkan level elit atau jajaran pemerintah di bandingkan menyentuh pada kesejahteraan masyarakat belum lagi ketika dilihat perusahaan pertambangan yang masuk cenderung hanya mengejar profit dan mengabaikan aspek akologi di masyarakat” jelasnya.

Perlu diketahui daerah oba tengah adalah salah satu daerah yang ketika hujan deras pasti menciptakan rasa kekhawatiran masyarakat akan terjadinya banjir, artinya bahwa pembangunan ekonomi harus berimbang juga dengan ekologi sederhananya adalah membangun manusianya sebagai aktor ekonomi bukan menggusur lahan yang mengancam kesehatan bahkan nyawa masyarakat dalam kebutuhan pangan di jangka panjang olehnya itu saya berharap agar setiap kebijakan harusnya menganalisis dari berbagai macam pendekatan.

Dia menambahkan. PT.Sanatova seperti jelangkung datang tidak di jemput kemungkinan pulang juga pasti tidak di antar, Oleh karena anehnya perusahaan yang beroperasi dengan izin survey 2008 sampai hari ini sudah berexplorasi baru melakukan sosialisasi dengan masyarakat, Itupun tidak semua masyarakat dilibatkan oleh pihak PT.Snatova dan unsur terkait disaat pertemuan.(Lee)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *