BORERO.ID SOFIFI– Oknum motoris speedboad yang melayani rute Sofifi ke Ternate diduga mencari keuntungan terkait harga tiket dalam momentum Seleksi Tilawati Quraan (STQ) Nasional saat ini resmi digelar. Padahal harga tiket speedboad yang ditetapkan Pemerintah biasanya perorangan 50 ribu rupiah, justru dinaikan Rp 100 ribu rupiah oleh oknum motoris secara sepihak.
Salah satu calon penumpang Arief Tte menyatakan, jangan memanfaatkan momentum lah BOS!. Arief meminta kepada motoris dan pengelola speedboat, Dinas Perhubungan, KSOP maupun kepala yang lain, siapa yang seharusnya bertanggungjawab jika se-enaknya menaikkan tarif speedboat saat seluruh pengunjung yang mau pulang ke Ternate.
“ Bahkan, diantara pengunjung ada juga orang luar dari Ternate malam ini. Saya menyaksikan sendiri mereka mematok tarif 100rb per orang malam ini. Mau tidak mau mereka mengiyakan. Disisi lain masih ada juga speedboat yang punya hati nurani dengan tarif normal. Ceh, keadaan ini jang talalu lagi ee” tulis Arief mantan wartawan Malut ini melalui akun facebooknya, Sabtu (16/10/2021) malam.
Dalam postingan Arief Tte tersebut dikomentari para warganet seperti salah satu akun Rusdi Abdurahman. “ Menaikan tarif speedboat dan juga penginapan. Itu membuat kapok orang datang ke Sofifi. Itu harus disadari warga juga pemerintah, sehingga ad kontrol penerapan harga. Kalau tdak, Sofifi akan menjadi kota mati setelah STQ. Bahkan jika ada event lagi, orang akan kapok datang” tulis Rusdi.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Malut Armin Zakaria dikonfirmasi mengaku belum mendapat info tersebut. “ Saya belum dapat info ini, kalau benar kami akan memanggil operator spit dan ketua koperasi spit utuk mengklarifikasi,” singkat Armin. (Red/dnx)


