BORERO.ID TERNATE – Badan Pengelola Pajak dan Retsribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate melakukan rapat evaluasi terkait hasil penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) tahun anggaran (TA) 2022. Rapat evaluasi PAD ini berlangsung di kantor BP2RD yang dipimpin Sekretaris Daerah Yusuf Sunya, diikuti pimpinan OPD, Kamis (25/8) kemarin.
Kepala BP2RD Kota Ternate, Jufri Ali, mengatakan dalam rapat evaluasi itu ada beberapa masukan disampaikan ke pimpinan OPD seperti Dishub dan Perindag yang diketahui penghasil PAD terbesar. “Disperindag diminta untuk lebih mengoptimalkan beberapa obyek pendapatan yang masih kosong akan dioptimalkan. Pengelolanya melalui pihak ketiga,” katanya dikonfirmasi, Jumat (26/8).
Untuk Dishub sendiri dipastikan penarikan retribusi parkir ditepi jalan umum, yang selama ini kurang optimal sehingga pengelolaanya akan diserahkana ke pihak ketiga. “Pihak Dishub dalam rapat evaluasi itu juga diminta memakssimalkan potensi pendapatan area terminal Gamalama,” ujarnya.
Selain itu, kata Jufri, kendaraan biasanya parkir diluar area terminal akan diarahkan parkir dalam areal terminal. Selain menggindari kemacaten, pendapatan daerah juga bisa bertambah. “ Dalam rapat tadi juga disarankan agar Dishub membangun kerja sama dengan Samsat, agar kendaraan lintas Kabupaten dan Kota yang biasanya parki ditepi jalan Mangga Dua bagian timur, agar dikenaka pajak parkir tahunan,” katanya.
Jufri juga menyentil Dinas Pemadam Kebakaran yang mengeluhkan anggaran operasional di lapangan yang sangat terbatas sehingga dalam rapat ini akan diupayakan terus digelar sebagai upaya mempercepat target PAD. “ Rapat evaluasi ini akan rutin dilaksanakan, untuk mengetahui kendala di lapangan, agar bisa dicarikan solusi,” jelasnya mengahiri.
Diketahui, target PAD tahun anggaran 2022, ditetapkan sebesar Rp 126.305.231.487, hingga memasuki bulan Agustus berjalan, baru terealisasi Rp 59. 891.039.932,89 atau 47, 42 persen. (Red/nyi)



