TIDORE  

Pemasangan 6 Papan Nama Rumah Adat Di Gurabunga, Jadi Program PPM 2

BORERO.ID, TIDORE – Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2 (PMM2) berkolaborasi dengan Sanggar Seni Rau Gabi di Kelurahan Gurabunga melakukan sejumlah kegiatan ” Konstribusi Sosial”

Kegiatan tersebut menjadi rangkaian program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2, kegiatan tersebut dilakukan pada Sabtu dan minggu l4 – 15 Januari 2023. 

Kegiatan ini Berkolaborasi dengan Sanggar Seni Rau Gabi ini utamanyaz sm yakni Pemasangan Papan Nama 6 Rumah Adat dan papan bingkai sejarah rumah adat. 

Kegiatan diinisiasi oleh Kelompok 6 Modul Nusantara Unkhair  yang dibimbing oleh dosen  Dr. Sultan Alwan, Dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih penerimaan  masyarakat Gurabunga terhadap mahasiswa PMM 2 yang berasal berbagai kampus di Indonesia serta kolaborasi dg Sanggar Seni Rau Gabi Kelurahan Gurabunga sehingga rangkaian kegiatan selama 2 hari dapat berjalan dengan lancar dan sukses. 

Harapannya mahasiswa PMM 2 dapat menambah pemahaman terkait keberagaman dan pluralisme adat budaya di Indonesia khusunya di Gurabunga.  

” Harapan berikutnya agar Kelurahan Gurabunga dapat bermetamorfosa menjadi Desa Adat,” Ucap sultan Alwan.

Dalam kegiatan ini juga turut hadir perwakilan dari Pemda kota Tidore Staf Ahli bidang kemasyarakatan dan SDM pak Dr. H. Yakub Husain, Kadis Kebudayaan dan pariwaisata Ade Soleman, Camat Tidore Djaela Jafar, Lurah Gurabunga Samsul Arifin dan Tokoh Adat Haji Abdullah Husain serta Ketua dan pengurus Sanggar Seni Rau Gabi  Kelurahan Gurabunga.

Kegiatan ini nantinya menjadi pemantik awal kerjasama antara pihak universitas Khairun dan desa gurabunga sebagai kolaborasi bersama dalam pengembangan desa wisata dan sejarah d wilayah Tidore sendiri.

“Ini merupakan awal yang baik, Mengingat para mahasiswa murni bukan dari Maluku utara dan mereka sangat antusias dalam pembuatan signboard d setiap rumah adat nya,” ungkap kepala Kelurahan Gurabunga Samsul Arifin dalam kegiatan peresmian di desa gurabunga.

Lanjutnyaa, nantinya semangat ini bisa berdampak positif bagi anak muda disini untuk lebih giat lagi dalam menjaga warisan budaya dan adat di wilayah mereka sendiri.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *