BORERO.ID TERNATE – Pengembangan kawasan holtikultura berbasis agrowisata di Kelurahan Loto Kecamatan Ternate Barat, yang dikembangkan Dinas Pertanian Kota Ternate, belum dilengkapi dengan dokumen perencanaan. Pengembangan kawasan tersebut, hingga saat ini belum didukung dengan dokumen perencanaan, sebagai dasar dukungan anggaran.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Ternate, Rustam P. Mahli mengatakan, minimal harus didukung dengan dokumen perencanaan jangan kemudian hari tiba saat tiba akal. “Penyiapan dokumen perencanaan itu penting agar ketika kita bawa ke pusat, dan kalau dokumenya lengkap ada alokasi anggaranya disitu,” kata Rustam, Minggu (25/9/2022).
Menurutnya, pengembangan holtikultura berbasis Agrowisata oleh Kadis Pertanian Thamrin Marsaoly, tentu mendapat dukungan dari pihaknya. Sebab, potensi tersebut digarap, dengan lokasi lahan di Kota Ternate yang semakin sempit. “Kalau dikelola secara profesional maka layak dijadikan agrowisata. Hal ini tentunya butuh dokungan semua OPD. Kalau didukung dengan anggaran yang maskimal,” jelasnya. “Olehnya itu, diharapkan dokumen perencanaan juga harus secepatnya disiapkan,” sambungnya.
Rustam menambahkan, selain kelurahan Loto, pihaknya juga berencana mengembangkan kawasan Foramadiahi, sebagai kampung tua di kota Ternate, dengan menggagas kelurahan tersebut l sebagai lokasi agrowisata, dengan penyiapan infastuktur, dengan penyiapan dokumen perencanaan.
“Ketersediaan lahan untuk bertani di Kota Ternate, Maluku Utara semakin minim akibat dari adanya pertalian ruang antara ruang pemukiman dan ruang bertani,” pungkasnya. (Red/Nyi)



