BORERO.ID SANANA – DPRD Kepuluan Sula (Kepsul), dan Mahasiswa, beserta pihak Pertamina SPBU melakukan rapat pembahasan kelangkaan minyak BBM, Selasa (12/4/2022), usai aksi unjuk rasa Senin kemarin.
Rapat tersebut dipusatkan di ruang aulah kantor DPRD, Kecamatan Sanana, dihadiri sejumlah organisasi Organisasi Kemahasiswan dan Kepemudaan (OKP), beserta dari pihak Polres Kepuluan Sula.
Sebelumya Senin kemarin masa aksi mendatangi gedung kantor DPRD namun tidak ada satupun bertemu anggota DPRD sehingga diadakan hering pada Selasa hari ini. Atas persoalan kelangkaan minyak BBM di Daerah Sula, maka pihak DPRD akan melakukan pengawasan ketat kepada SPBU maupun para pengecer minyak karena masa aksi menduga ada mafia BBM yang mengakibatkan kelangkaan minyak tersebut.
Dalam rapat bersama itu, Wakapolres Kompol Catur Erwin Setiawan mengatakan, pihaknya akan menindak tegas apabila ada oknum- oknum yang sengaja menimbun BBM saat ini. ” Kami dari pihak Polres tetap mengawal persoalan kelangkaan minyak ini. Karna persoalan minyak adalah kebutuhan masyarakat dan itu perlu dipantau langsung pihak Polres maupun DPRD Kepsul,” tegas Wakapolres.
Turut hadir dalam rapat itu, Ketua DPRD Sunaryo Theis, Wakil Ketua I AHKAM Gazali, Wakil Ketua II Hamja Umasangdji, Perwakilan PT, Sanana Lestari Sofyan Anwar, Pihak Pertamina Rahmat, Direktur SPBU Abdul Aziz Sillia, serta pemilik PT Sanana Lestari Yusuf Buamona.
Adapun pertemuan tersebut menghasilkan beberapa poin penting diantaranya (1) Izin pangkalan minyak harus dievaluasi kembali. (2) Satu Desa satu pangkalan ninyak tanah. (3) Disperindag dan PT Sanana lestari harus melakukan pengawasan lebih maksimal lagi. (4).dalam waktu dekat OKP dan DPRD maupun pihak Polres akan melakukan sidak di pangkalan minyak. (5) Harus ada dua atau tiga SPBU di Kepuluan Sula. (6) Harga HET minyak tana perlu dikrocek kembali. (7) Tindak tegas mafia minyak. (8) Tidak ada dua pangkalan yang dimiliki satu orang. (Ano)



