BORERO.ID – Tim Penyelesaian Kerugian Daerah (TPKD) Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan (Tikep) siap Gas Poll amankan asset milik Rakyat.
Hal tersebut dibuktikan dengan dimulainya secara resmi langkah strategis yang telah disipakan. Tak butuh waktu lama sejak keputusan Walikota Tidore Nomor 234.2 tahun 2025 diterbitkan, tim yang dipimpin Inspektur Inspektorat Kota Tidore Arif Radjabessy langsung menggelar rapat perdana untuk mengeksekusi penyelamatan keuangan daerah.
Rapat kerja tersebut dilangsungkan di Ruang Rapat Inspektur pada Rabu (4/2/2026), Dihadiri Kepala BPKAD, Kepala BKPSDM, Kepala Bagian Hukum beserta jajaran teknisnya masing-masing dan para APIP Inspektorat daerah, Sinergi Lintas Sektor untuk Pemulihan Keuangan.
Ketua Tim, Arif Radjabessy mengatakan pembentukan tim ini bukan sekadar seremonial administratif. Ia lantas meminta seluruh anggota tim untuk bergerak cepat dan akurat dalam mengidentifikasi serta memulihkan kerugian daerah.
“Hari ini kami langsung melakukan pemetaan awal. Agenda utama adalah menyusun rencana kerja yang konkret dan mengumpulkan data dukung yang valid. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang menjadi hak daerah harus kembali ke kas daerah secepat mungkin,” Kata Arif
Ia menjelaskan, langkah awal validasi data dan rencana aksi, pada rapat memfokuskan tiga poin utama meliputi, sinkronisasi data yakni mengintegrasikan data kerugian dari berbagai OPD agar tidak ada tumpang tindih.
“Kemudian kedua Kepastian Hukum, dimana memastikan langkah penagihan dan pengembalian berjalan sesuai koridor regulasi yang berlaku melalui koordinasi dengan Bagian Hukum, dan manajemen aparatur yakni melibatkan BKPSDM untuk memastikan kepatuhan ASN maupun pihak terkait dalam proses penyelesaian ini,” Jelasnya
Ia menambahkan misi penyelamatan penyelesaian kerugian daerah merupakan instrumen penting untuk menjaga kesehatan fiskal kota, dengan “gerak cepat” (gas pol) yang ditunjukkan tim gabungan ini, diharapkan proses pemulihan aset dan keuangan daerah dapat mencapai target maksimal dalam waktu singkat.
“Kami tidak ingin menunda-nunda, setelah data dukung lengkap, tim langsung action di lapangan,” Pungkasnya **


