BORERO.ID, – Walikota Tidore Kepulauan Capt.Ali Ibrahim memastikan terus mengawal program pencegahan stunting hingga tahun 2024 sesuai dengan perintah Presiden.
Selain perintah presiden terkait penanganan stunting, penanganan stunting juga masuk dalam visi dan misi walikota sehingga harus di tekan sehingga bisa di bawah angka Nasional
” Penurunan ini tidak hanya SKPD terkait yang melakukan penanganan, namun harus ada kerjasama yang baik antar SKPD agar bisa menekan angka stanting yang ada di kota Tidore kepulauan” ujar walikota.
Bahkan walikota Tidore kepulauan sendiri akan menyediakan dukungan dana untuk penangan stunting di tahun 2020 nanti.
Di tempat terpisah Kepala Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kota Tidore Kepulauan, Abdul Rasid Abd Latif, saat dikonfirmasi mengatakan pencegahan stunting akan dilakukan di tahun 2022 sesuai dengan Peraturan presiden Nomor 72 tentang percepatan penurunan stunting.
” Kami baru di berikan kewenangan oleh presiden di tahun 2022, sehingga langkah pencegahannya dimulai pada tahun depan” ungkapnya.
Lanjutnya, meskipun kota Tidore Kepulauan sudah dibawah angka Nasional, namun langkah pencegahannya terus dilakukan hingga tahun 2024 sesuai dengan perintah Presiden.
Sementara angka Stunting untuk kota Tidore Kepulauan di tahun 2020 mencapai 8 Presen, Meskipun demikian ditahun 2021 dari Januari hingga Juni sudah ada penurunan hingga 3.5 Persen.
” Untuk fokus utama di kecamatan Oba, Oba Tengah dan kecamatan Tidore Utara, karena di tiga kecamatan tersebut yang paling tinggi” ujar Rasid.
Rasid Juga menambahkan untuk melakukan penanganan stunting tidak bisa sendirian namun harus sejumlah pihak ikut melakukan penanganan masalah tersebut dimulai dari pihak kelurahan dan desa.
” Langkah pencegahannya harus dimulai dari anak remaja usia menikah, Sehingga bisa menjaga angka kehamilan dan ibu hamil sehingga tidak terjad kekurangan Gizi” tuturnya.
Sementara untuk diketahui Jumlah stunting yang ada di kota Tidore kepulauan perkecmatan yaitu Oba Utara dari jumlah Bayi 1712 yang terkena stunting sebanyak 14 Bayi, Oba tengah 724 Bayi, terkena stunting 31 Bayi, Oba 1002 Bayi, terkena stunting 113 Bayi, Oba selatan 356 Bayi, terkena stunting 13 Bayi.
Sementara di kecamatan Tidore 1136 Bayi, terkena stunting 15 Bayi, Tidore Utara 1204 Bayi, terkena stunting 27 Bayi, Tidore Selatan 998 Bayi, terkena stunting 14 Bayi, Tidore Timur 603 Bayi, terkena stunting 8 Bayi.(ii)



