BORERO.ID TERNATE – Ketua Umum KONI Maluku Utara (Malut) Hi Djafar Umar menyatakan, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-IV 2022 untuk ditangani harus membutuhkan anggaran sekitar 9 miliar. Pembiayaan Porprov ini dihitung dengan total estimasi atlit, akomodasi, dan konsumsi.
Meski awalnya sedikit terkendala namun telah koordinasikan ke Pemerintah Provinsi Malut dan DPRD Malut untuk diantisipasi sebelum hajatan muliti ivent Porprov ini berlangsung. Jadwal pelaksanaannya sebagimana disepekati dalam rapat koordinasi bersama pengurus KONI Kabupaten/Kota pada akhir Agustus sampai awal September 2022. “Untuk biaya Porprov jika dihitung dengan estimasi dari misalkan ada sekitar 1.200 altit maka dibutuhkan total anggaran sekitar 9 milyar,” kata Djafar kepada borero.id baru-baru ini.
Djafar menjelaskan, pembiayaan Porprov 9 miliar merupakan dana Pemerintah yang disediakan melalui KONI Malut. Didalamnya terdapat dana shering dengan KONI Kabupaten/Kota serta dana bantuan disediakan oleh tuan rumah. Dana shering dengan KONI Kabupaten/Kota ini untuk kepentingan akomodasi dan konsumsi. Dengan perhitungan bahwa 60 persen ditanggung oleh KONI Provinsi, sedangkan 40 persen dari KONI Kabupaten/Kota. ” Misalnya dana 1 milyar untuk akomodasi dan konsumsi maka KONI Provinsi menanggung 60 persen, dan sisanya ditanggung KONI Kabupaten/Kota. Jadi dari perhitungan yang ada sebenarnya kita masih ada kekurangan,” ujarnya.
Masalah Teknis
Djafar juga mengungkapkan, pelaksanaan Porprov semula ditetapkan bulan Juli namun diminta pengunduran waktu di bulan Oktober oleh tuan rumah Kota Ternate dan Kota Tidore Kepuluan. Hal ini, lalu ditinaklanjuti melalui rapat bersama dengan KONI/Kabupaten sehingga disepakati akhir Agustus sampai awal September 2022 resmi digelar.
Meski demikian, sejauh ini KONI Malut dihadapkan masalah teknis dari KONI Kabupaten/Kota untuk menyampaikan atau memasukan tahapan ke III entri by name. Penyampaian nama-nama Atlit, dan persyaratan lainya karena nanti diperiksa oleh tim keabsahan KONI Malut. “Seharusnya sudah masuk dari tanggal 1 sampau 12 juni kemarin. Namun karena terkenda lagi hingga diperpanjang kembali,” tuturnya.
Menurut Djafar, sejauh ini baru dua Kabupaten yang memasukan entri by name yakni Halmahera Barat dan Halmehara Utara. Dokumen ini secepatnya dimasukan karena akan diperiksa tim keabsahan yang butuh waktu. Masalah ini maka dalam waktu dekat akan dirapatkan kembali. ” Tujunya untuk menuntukan batas waktu memasukan segala berkas dari atlit yang ada. Jika tidak maka dianggap gugur dan tidak bisa mengekuti Porprov,” ujarnya.
Djafar menambahkan, masalah teknis ini seperti di Kabupaten Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu diberikan waktu untuk memperbaiki kepengurusn KONI masing-masing. Apabila keduanya sudah siap mengekuti Porprov kali ini, maka diperidiksikan jumlah atlit akan dinaik atau bertambah. ” Sekarang ini sudah 1.700 atlit tercaver sebagai peserta Porprov. Ivent ini yang berkewajiban menangani harus KONI bukan Dispora karena hajatan Poprov levelnya satu tingkat,” jelasnya.
Karena itu dirinya selaku penanggungjawab Porprov ke-IV 2022 sangat berharap kepada seluruh Ketua Umum KONI Kabupaten/Kota sekaligus ketua kontigen dapat menaati tahapan-tahapan yang saat ini mulai jalan. Disamping itu. dirinya juga diminta untuk aktif berkordinasi dengan pemerintah dan DPRD Kota/Kabupaten masing-masing demi kebutuhan persiapan Porprov nanti. ” Dan kepada masyarakat atas nama pemerintah, kami berharap dukungan secara moril demi kelancaran penyelenggaraan Poprov akhir Agustus sampai awal September ,” kata Djafar mengahiri. (Red)



