Ketua PKB Malut dan Sekwan Bicara Kasus Oknum RL

Ketua DPW PKB Malut dan Sekwan DPRD Kota Ternate (Dok : Borero.id)

BORERO.ID TERNATEKasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) melibatkan oknum anggota DPRD Kota Ternate berinsial RL kepada istrinya, IL. Diketahui RL yang juga ketua fraksi PKB di DPRD Kota Ternate telah dilaporkan sang istri ke SKPT Mapolres Ternate, Selasa (2/8/2022), bernomor Polisi: LP/VIII/2022 untuk diproses hukum.

IL menjadi korban KDRT, selain itu telah mengetahui RL juga memiliki wanita simpanan yang di indokos di Kelurahan Tobona, Ternate Selatan. “Dia (RL) hendak mengangkat barang-barang di kosan selingkuhannya dengan mobil dinas. Tapi mereka mampir di Tanah Tinggi tambah ban angin mobil. Saat itu, saya tegur dia sambil berpegangan di kaca mobil, tapi dia malah injak gas langsung saya terseret dan jatuh,” ungkapnnya kepada wartawan di halaman Mapolres Ternate.

Atas ulah suaminya tersebut, IL mengalami luka di lutut dan lebam di tangan. “Wajah saya juga sebelumnya dipukul hingga bengkak di pipi kiri dan kanan. Ini semua sudah saya visum dan sudah saya laporkan secara resmi ke Polres Ternate,” jelasnya.

Laporan polisi dibuat ini merupakan kedua kalinya. Laporan pertama berakhir dengan membuat surat pernyataan bahwa RL tidak akan mengulangi perbuatanya. “Laporan kedua ini saya tidak mau damai, karena sudah berulang kali. Juga dia dengan simpanannya ini sudah berhubungan lama. Itu dari bulan puasa saya kedapatan pertama kali dengan perempuan yang sama,” beber IL.

Menanggapi hal tersebut, ketua DPW PKB Malut, Jasri Usman menyampaikan bahwa akan mengecek informasi tersebut ke DPC PKB Kota Ternate. “Saya belum dapat informasi itu. Nanti saya cek dulu ke DPC, jika benar bermasalah maka ditelaah kemudian disampaikan ke DPP untuk memberikan sangsi tegas terhadap anggota partai yang bermasalah,”tegas Jasri saat dihubungi wartawan.

Sekertaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Ternate Aldhy Ali, saat ditemui sejumlah wartawan di halaman Mapolres Ternate juga mengaku, belum mengetahui secara pasti kronologi yang terjadi. Ia datang hanya karena mendapat laporan adanya anggota DPRD yang berada di SPKT.  “Saya hanya mendapat laporan makanya datang untuk mengecek. Dan sampai di sini kita belum mendapat informasi posisi kasusnya. Makanya kita cek dulu,” tandas Aldhy. (Red)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *