Butuh Sinergi Tangani Kasus Narkoba di Wilayah Malut

Gubernur Abdul Gani Kasuba dan Kepala BNNP Malut Wisnu Handoko. (foto; istimewa)

BORERO.ID – Kasus tindak pidana peradaran dan penyalahgunaan narkoba berjenis ganja maupun shabu di wilayah Provinsi Maluku Utara (Malut) beberapa Tahun belakangan ini masih tergolong rawan. Korban hingga penggedar barang haram tersebut dari masyarakat biasa, pengusaha, anggota DPR,  pejabat Apratur Sipil Negara, bahkan aparat penegak hukum.

Kerawaan peredaran narkoba seperti diungkap Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara (Malut) Tahun 2020 lalu menangani 11 kasus dengan tersangka 14 orang. Sementara pada Tahun 2021 ini,  BNNP juga mengungkap 2 orang tersangka jaringan lintas Provinsi .  Demikian halnya Polda Malut dan Polres jajaran Kabupaten/Kota mencatat 46 kasus tindak pidana narkoba ditangani sejak beberap Bulan awal Tahun 2021.

Tentu masih menyisahkan pekerjaan rumah (PR) pemerintah daerah  dan aparat penegak hukum dalam hal ini BNNP Malut untuk bekerjasama. Dalam rangkah untuk mencegah, memberantas, atau membongkar peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya agar generasi masa depan,  Pelajar, Mahasiswa, dan Pemuda tidak lagi menjadi korban. Butuh sinergitas atau kerjasama maka Kepala BNNP Malut Wisnu Handoko baru-baru ini datang membangun dukungan bersama dengan Gubernur Malut  Abdu Gani Kasuba di Sofifi.

“ Kunjungan dan silahturahmi dari Kapala BNNP ke Gubernur Malut itu setelah dirinya mulai bertugas,” kata Kabaghumas BNNP Malut Zulziawati melalui pres rilisnya.

Kedatangan Kepala BNNP Malut ini membangun dukungan ke Pemerintan Provinsi Malut terkait pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba di Wilayah Malut. Dihadapan Gubernur, Wisnu menyampaikan implementasi Inpres nomor 2 Tahun 2020 yang mewajibkan pelibatan aktif Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah  tentang rencana aksi Nasional Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaaan, Peredaran Gelap Narkotika,maupun Prekursor Narkotika.

“ Itu point pertemuan yang dibicarakan dengan Gubernur Malut,” ujarnya.

Selain membangun dukungan ke Pemerintah Provinsi, namun Jumat (6/8/2021) pekan kemarin kata Zulziawati,  Kepala BNNP Malut juga melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kota Ternate terkait program Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) sesuai perka nomor 4  sejak Tahun 2019.

KOTAN merupakan penjabaran dari Pencegahan dan Pemberantasan penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) maupun Prekursor Narkotika. Pada posisi ini kinerja BNN tidak boleh sendiri.  Harus ada kolaborasi dan kerja sama terintegrasi dengan Pemerintah Daerah, unsur Tokoh masyarakat sehinga secara bersama menyatakan War on Drugs sebagimana tagline BNN . (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *