TIDORE BORERO.ID – Dinas Kesehatan menargetkan di tahun 2023 nanti Kota Tidore Kepulauan sudah masuk dalam daftar Universal Health Coverage (UHC).
Karena untuk mencapai target UHC, Kota Tidore Kepulauan sudah harus memiliki BPJS sebanyak 109.635 atau 95 Persen dari jumlah penduduk yang ada.
” Jumlah penduduk Kota Tidore Kepulauan sebanyak 115.406 Jiwa, namun yang memiliki BPJS belum mencapai target, kami menargetkan di tahun 2023 Tikep sudah masuk dalam standar UHC,” ungkap Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulaua Saiful Salim, Senen 8, oktober 2021.
Sementara target yang di berikan oleh BPJS mayarakat kota Tidore kepulauan harus 98 persen memiliki BPJS atau sebanyak 113.98 jiwaa yang harus memiliki kartu jaminan kesehatan, jika sudah mencapai angka tersebut maka Kota Tidore Kepulauan mencapai kriteria UHC.
Lanjut pria yang juga ketua Tim satgas ini menjelaskan, untuk saat ini masyarakat yang memiliki kartu BPJS yang di biayai oleh APBN, APBD Provinsi, APBD Kota Tikep, PBI dan Non PBI serta pekerja Penerima upah totalnya masih 78.818 jiwa.
” Untuk mencapai UHC kita masih kekurangan 30.817 jiwa yang belum memiliki BPJS,” tuturnya.
Selain itu dinkes menargetkan masyarakat Kota Tidore Kepulauan harus memiliki BPJS yang di tanggung oleh pemerintah melalui APBD Kota Tidore Kepulauan sebanyak 40.576 jiwa namun realisanya hingga saat ini masih 26.922 jiwa, masih kekuraangan atau sisanya 13. 364.
” Ada beberapa kendala yang belum bisa mencapai angka 40 ribu tersebut, diantaranya ada masyaraat yang tidak memiliki Kartu keluarga, ada Nik yang ganda sehingga update data dari puskesmas jugaa agak sedikit terlambat,” ujar mantan jubir covid-19 tersebut.
Saiful juga menjelaskan untuk mencapai terget UHC pemerintah harus berusaha melalui jalaur lain sperti PBI APBN memalaui data yang di verivikasi oleh dinas sosial, untuk menopang target pencapaian tersebut di tahun 2022.
Untuk kepesertaan BPJS yang di tanggulagi APBN itu sebayak 23.261 Jiwa, oleh APBD Kota Tikep sebanyak 26.922, APBD I Provinsi sebanyak 2.783 dan PBI (Penerimaan Bantuan Iuran) lewat pemerintah pusat sebayak 29.705
Sementara Non PBI, Pekerja Penerima Upah yang sudah memiliki kartu sebanyak 20.844, kemudian Pekerja bukan penerima Upah sebanyak 3.489, dan bukan pekerja sebanyak 1.519 sehingga total Masyarat yang sudah memiliki kartu BPJS sebaanyak 78.818 jiwa.(Oi)



