BORERO.ID TERNATE – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Ternate, kembali mengusulkan penambahan anggaran guna mendukung keberangkatan atlit Kota Ternate dalam pelaksanaan kegiatan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) ke-10 yang berlangsung di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).
Kadispora Kota Ternate Sutopo Abdullah, usai menggelar pertemuan bersama Badan anggaran (Banggar) DPRD Kota Ternate beberpa hari lalu, menjelaskan usulan penambahan anggaran kegiatan Popda tersebut sebelumnya hanya di anggarkan sebesar Rp 700 juta dalam APBD induk 2022. Dari total anggaran tersebut menurut Sutopo, tentunya terlalu kecil untuk membiayai operasional para atlit maupun official, belum lagi bonus para atlit. Sutopo mengungkapkan, dalam rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang juga melibatkan Dispora bersama Banggar DPRD itu, disepakati, untuk penambahan anggaran, nantinya di taktisi dengan pergeseran sebagian kegiatan di internal Dispora. “Mengingat jika dianggarkan mendahuli perubahan anggaran tentunya sangat tidak dimungkinkan,”papar Sutopo, Sabtu (21/5/2022).
Ia bilang, jadi untuk dukungan anggaran ini awalnya dihitung mengingat masa pandemic Covid-19, jadi mungkin kegiatanya tidak terlaksana. Tapi dengan wabah yang mulai mereda, pelaksanaan Poda akhirnya dilaksanakan. “Jadi setelah pihaknya menghitung kembali, dari total anggaran yang diusulkan sebelumnya tentunya sangat tidak mendukung,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil rapat TAPD bersama banggar DPRD, untuk dukungan anggaran pembiayaan kegiatan Popda yang sebelumnya hanya dianggarakan Rp 700 juta, disepakati Rp 1,3 miliar melalui pergeseran sebagian kegiatan dinternal Dispora. Usulan penambahan anggaran tersebut kata ia, tentunya juga sangat rasional. Mengingat Kota Ternate yang juga selaku Juara Umum, dalam pelaksanaan Popda kali ini akan mengikuti 9 cabang olahraga (cabor). ” Diantaranya, Sepak bola, tenis meja, bola voli, bola basket, pencak silat, tenis lapangan, bulu tangkis dan atletik, dengan jumlah 170 atlit termasuk pelatih dan official, yang akan diberangkatkan pada 4 Juni nanti,” jelasnya.
Ia mengaku, dalam rapat bersama banggar DPRD tersebut, sempat juga ada usulan dari pimpinan DPRD untuk penambahan anggaran pemberian bonus bagi para atlit berprestasi yang berhasil memperoleh medali emas sekira Rp 40 juta untuk masing-masing para atelit. Akan tetapi ini tentunya juga disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. ” Meski demikian, namun penambahan anggaran tersebut, juga terhitung untuk pemberian bonus kepada atlit berpestasi ada penambahan anggaran sebesar Rp 200 juta, diluar dari uang saku par atlit yang nantinya akan diberikan sebesar Rp 1 juta,” akunya.
Ditambahkan, untuk alokasi anggaran dukungan Popda sendiri terhitung mulai tahun 2017-2018 yang diusulkan hanya Rp 1,2 miliar. Akan tetapi saat ini, atlit nuga belum banyak, berbeda dengan saat ini, apalagi ada penambahan cabor, dimana kota ternate akan turun di 9 cabor. “ Jadi kalau berbicara olahraga ini memang mahal. Kalau mau dihitung paling tidak anggaranya mencapai Rp 3 miliar. Tapi dari anggaran yang ada, kita akan berupaya semaksimal mungkin mempertahankan gelar juara umum,” imbuhnya.
Perelngakapan pertandingan misalnya, paling tidak membutuhkan anggaran Rp 2 miliar. Dimana, untuk perlengkapan pertandingan sendiri, saat ini masih menjadin tanggung jawab masing-masing manager yang di tunjuk Wali Kota. “ Jadi dengan keterbatasan anggaran ini,kita sama sama bergotong royong berpartisipasi membangun olahraga. Dan kita juga sudah menggelar rapat dengan cabor untuk menyampaikan kondisi keuangan yang ada,” pungkasnya. (Nyi)



