Dugaan Rasisme Sangat Berbahaya, Syamsul Rizal Resmi Dipolisikan

Ratusan warga di daratan Oba beserta 49 Kepala Desa, 40 Kepala Lurah, beserta 8 Camat resmi melaporkan Syamsul Rizal serta melakukan unjuk rasa di depan kantor Mapolres Kota Tidore Kepuluan (Dok : Saiful/borero.id)

BORERO.ID TIDORE – Salah satu bakal Calon Wali Kota Tidoer Kepuluan (Tikep) Syamsul Rizal Hasdy, akhirnya resmi dipolisikan atau dilaporkan ke Mapolres Tidore, Senin (26/9/2022). Syamsul dipolisikan oleh ratusan warga di daratan Oba beserta 49 Kepala Desa, 40 Kepala Lurah, beserta 8 Camat.

Laporan tersebut dipicu dari Syamsul Rizal yang diduga melakukan penghinaan dan menyebarkan rasisme terhadap masyarakat di dartaran Oba, saat melakukan acara silaturahmi di salah satu Kelurahan pada jumat, 23 september lalu. Diketahui, para pelapor juga menggelar aksi yang tergabung dalam Aliansi Anti Rasisme bersama masyarakat empat Kecamatan di daratan Oba, di depan Mapolres guna menuntut Samsul Rizal Hasdy untuk segara diadili. “Ini sangat berbahaya karena wilayah ini juga pernah terjadi konflik horizontal sangat panjang. Oleh karena itu, pernyataan Syamsul Rizal itu sangat memancing emosi masyarakat baik suku tidore, makian, buton, sanger, dan suku tobaru di darata Oba,” kata Amir Abdullah, Kades Balbar yang ikut hadir dan melaporkan kasus tersebut.

Amir juga menyayangkan pernyataan Syamsul Rizal yang menyebut Oba sebagai daerah paling kacau di Tidore, dinilai sangat berbahaya dan profokatif yang dapat memicu terjadinya persoalan rasis yang lebih luasa. “ Karena itu kami mendatangi Polres Tidore untuk memberikan laporan sekaligus bersilaturahmi dengan Kapolres, agar meminta Kapolres untuk melakukan langkah-langkah hukum sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sementra salah satu warga oba Idham Sabtu, dalam orasinya mengatakan kedatangan mereka bukan dalam keadaan mabuk namun untuk menuntut keadilan atas statemen yang dikeluarkan Syamsul Rizal beberapa waktu lalu. Karena apa yang ucapan itu sangat menyinggung perasaan warga Oba mulai dari Kayasa sampai dengan Nuku. “Karena itu kami hadir didepan kantor kepolisian Kota Tidore ini dengan sadar bahwa orang Oba tahu republik ini adalah negara hukum. Olehnya itu pihak kepolisian harus tegakan hukum dan harus adili serta tangkap Syamsul Rizal,” tegasnya.

Idham menyatakan, jika Polres Tidore dalam waktu dekat tidak memanggil Samsul Rizal maka masyarakat akan bertnidak sendiri. “Setelah laporan ini kami sampaikan, tolong direalisasikan dan hukum ditegakan seadil-adilnya.Jangan memandang siapa itu dia Syamsul,” sambungnya. Idham menambahkan, pihaknya juga akan menyampaikan tuntutan warga Oba itu ke Polda Maluku Utara meminta mengintervensi menyelesaikan kasus tersebut.

Sementara itu, Kapolres Tidore AKBP Setyo Agus Hermawan saat menemui masa aksi mengatakan, laporan dari masyarakat itu sudah diterima dan akan dipelajari sebelum naik ke tahap penyelidikan. “Jadi tadi dari perwakilan Kepala Desa sudah menemuai saya kemudian dan kemudian saya sudah temui pengunjuk rasa Intinya permintaan dari mereka itu keberatan apa yang disampaikan Syamsul Rizal kemudian meminta Polres untuk melakukan langkah-langkah hukum terkait penyampaian bahasa dari Syamsul tersebut. Apabila kasus ini ada unsur pidananya pasti kita proses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Kapolres menimbau agar masyarakat tetap tenang karena ucapan yang dilakukan oleh Syamsul Rizal tidak mewakilai seluruh masyarakat Tidore dan tidak melakukan hal-hal yang dapat mengganggu Khamtibmas Kota Tidore. “Untuk hari ini tahap awal adalah menerima laporan pengaduan, laporan pengaduan itu kan pastinya dilengkapai dengan dokumen pendukung salah satunya ya mungkin, vidio yang beredar dari situ nanti kita gelarkan. Pastinya kita panggil saksi-saksi yang pasti kemungkinan besar kita panggil juga saudara Syamsul Rizal,” jelasnya.

Kapolres juga berharap agar kasus tersebut di percayakan kepada polisi. Ia juga minta masyarakat tidak mudah terprovokasi atas ucapan Samsur Rizal Hasdy. “Saya berharap kepada seluruh elemen di Oba tidak terpancing dan terprovokasi,” pintanya.(Red/pul)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *