Kampong Ramdhan, Terobosan Mengurai Titik Kemacetan-Ekonomi di Ternate

Wali Kota Ternate dalam kegiatan buka puasa bersama insan pers Liputan Kota Ternate, dan anak yatim piatu di Taman Film Benteng Oranje.  (Dok : Istimewa)

BORERO.ID TERNATEKampong Ramdhan di areal Benteng Oranje Ternate yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate beberapa waktu lalu mulai terwujud. Dibuat kampong ramdhan merupakan langkah terubosan Pemkot Ternate demi mengurai titik kemacetan lalulintas serta putaran ekonomi yang selam ini hanya bertumpu di wilayah pasar Gamalama.

“Kampong Ramadan digagas secara perdana pada Ramadan tahun 2022 ini adalah sebuah terobosan baru dalam mengurai titik kemacetan. Maupun titik tumpu ekonomi yang selama ini bertumpu di wilayah Gamalama dan sekitarnya,” kata Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman, Selasa (19/4/2022).

Hal demikian lantaran seluruh pedagang musiman pada tahun-tahun sebelumnya, sering membuka lapak di areal parkiran pasar Gamalama, Terminal Gamalama, dan samping Masjid Al Munawwar, selajutnya akan diarahkan berjualan di lokasi Kampong Ramadhan.

“Ini juga sekaligus menghapus image yang selama ini setiap bulan suci Ramadan keadaan kita sangat kacau. Utamanya lalulintas, kemudian pedagang yang jumlahnya bertambah di beberapa tempat mengalami ketidakaturan,” jelas Wali Kota dalam kegiatan buka puasa bersama insan pers Liputan Kota (Pelita) Ternate, dan anak yatim piatu di Taman Film Benteng Oranje.

Tauhid juga memastikan area depan Benteng Oranje  akan menjadi Kampong Ramadan setiap Tahun. Sebab menurut dia, upaya Pemkot Ternate menjadikan kampong ramadan sebagai tradisi baru pada prinsipnya ada keteraturan, kerapian, dan ada nuansa religi yang mampu diwujudkan dalam bulan puasa bagi umat Islam di Kota Ternate.

Terobosan ini sempat ada penolakan dari segelintir pihak, namun Wali Kota memastikan pada saat H-10 hari Raya Idul Fitri lokasi kampong ramadan akan dipenuhi oleh pedagang musiman.

” Terpenting adalah kehidupan ekonomi ini dibulan suci Ramadan teratur dan itu harus diatur oleh pemerintah daerah. Dan mungkin juga ada kepentingan pemerintah lainnya dalam rangka untuk pendapatan daerah,” pungkasnya mengahiri. (Red/nyi)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *