BORERO.ID – Peristiwa Kapal KM Simba 01, Rabu 8 September 2021, mengalami patah kemudi menyita perhatian public nusantara terutama di wilayah Maluku Utara. Kapal rute Sanana ke Ternate ini memuat penumpang sebanyak 322 orang termasuk awak kapal. Tak ada korban jiwa, semua selamat dari kejadian nahas itu pasca didatangkan pertolongan dari Badan SAR Nasional (Basarnas).
Dibalik peristiwa ini namun ada cerita penumpang. Rabina Gay dari sekian ratusan penumpang itu menceritakan, suasana tegang sekira waktu menunjukan Kamis 9 September dini hari. Kapal terombang ambing lantaran cuaca laut disertai ombak di antara Kepuluan Sanana dan Kepuluan Obi. Karena merasa takut maka dirinya berdzikir dan doa agar tidak panik dalam situasi penuh ketegangan itu,
“ Mau bilang takut ya takut. Tapi torang (kami) coba hilangkan takut dengan berzikir dan berdoa diatas kapal supaya kita tidak panik,” kata perumpuan asal Desa Capululu ini kepada borero.id, Jumat (10/9/2021).
Rabina bersama keluarga hendak ke Ternate saat kejadian menegangkan itu, dirinya juga melihat penumpang terutama perempuan dan anak-anak banyak mengalami ketakutan bahkan sebagian sudah menangis, berzikir, berdoa, sebagian yang lain sibuk mondar mandir diatas kapal. Dia menceritakan kembali bahwa, berawal saat kapal bertolak dari pelabuhan Sanana menuju Ternate, Rabu sore hari. Dalam perjalan sesampai ditanjung Lifmatola dihadapkan dengan gelombang (ombak) bahkan air sempat masuk ke kapal. Namun setelah perjalanan sampai ke perbatasan antara Pulau Sanana, masuk ke Pulau Obi kapal mengalami ganggun dan tidak bisa berjalan.
“ Dari sini torang (kami) diatas kapal itu terampung-ampung hingga masuk siang hari baru dapat pertolongan dari kapal Bercelona,”ujarnya.
Saat datang pertolongan, kata Rabina, kapal Barcelona mencoba menarik kapal simba sebanyak dua kali namun tidak bisa lantaran arus dan gelombang kuat. Pada akhirnya kapal Barcelona menjauh sekitar 10 -15 meter dengan diikatkan tali ke Kapal Simba 01. “ Dari situ dorang (mereka) evakuasi torang pakai skuci bulat yang besar ke kapal bercalona,”kata dia.
Dihimpun dari Basarnas Ternate, sebelumya atas kejadian itu bahwa 8 September 2021, sekitar pukul 01: 30 WIT dini hari. Diterima info BCC, terjadi kecelakaan KM Simba 1 mengalami patah kemudi diperairan Mangoli, Kabupaten Kepeluan Sula. Basarnas kemudian berkoordinasi ke KUPP Sanana meminta bantuan pertolongan terhadap KM Simba. Selajutnya menggunakan KM Barcelona, Team Sar Gabungan bergerak menuju ke LKP untuk melaksanakan proses evakuasi penumpang. Terlihat prosesi evakusi menggunakan skuci bulat sebagaimana video yang beredar begitu menyetak perhatian. Hingga sejuah ini tidak korban jiwa dan seluruh penumpang sebanyak 322 orang itu berhasil dievakuasi oleh tim SAR dengan melibatkan berbagai instansi terkait. (*)
Penulis : Karno Pora Editor : Sandin AR



