BORERO SPORT – KONI Kota Ternate memberi batas waktu kepada Cabang Olahraga (Cabor) Sepak Bola dan Tinju selama tiga hari untuk memasukan dokumen atlit jelang Porprov ke-IV 2022. Sebab, 22 Cabor diikuti Kota Ternate tersisa Sepak Bola dan Tinju belum diserahkan dokumen atlit ke tim keabsahan KONI Provinsi Maluku Utara.
“ Tinggal sepak bola dan tinju saja yang belum kita masukan ke tim keabsahan hari ini. Kedua cabor ini akan diberikan waktu selama tiga hari kepada pengurusnya untuk memasukan dokumen atlit mereka,” kata Ketua KONI Kota Ternate Lukman S Poli, usai menyerahkan 20 dokumen atlit di Kantor KONI Provinsi Malut, Kamis (21/7/2022).
Lukman membeberkan soal dokumen untuk Cabor Sepak Bola yang belum diserahkan itu karena terkendala regulasi tentang kelahiran atlit Tahun 2000 setelah dipelajari oleh tim keabsahan KONI Provinsi Malut. Regulasi ini secara nasional dan berjenjang hingga terpakai pada kesiapan pra PON dan PON 2024 di Aceh nanti. Karena itu, Kota Ternate merupakan Kota Atlit dan memiliki banyak atlit yang berprastasi jika merujuk pada technical hendbook regulasi Asprov PSSI Malut dilihat tidak sesuai dan dapat merugikan para atlit nanti.
“ Kalau misalnya diambil kelahiran atlit Tahun 2000 sampai PON nanti maka umur mereka sudah 24 Tahun. Sedangkan PON 2024, harus memerlukan usia 23 Tahun maka perlu diambil atlit kelahiran Tahun 2001 supaya memenuhi persyaratan nanti sampai masuk kesiapan pra PON dan PON,” beber Lukman.
Menurut dia, hal demikian setelah dikoordinasikan bersama tim keabsahan KONI Malut sehingga dimintakan kepada pengurus Asprov Malut agar merubah atau merelat kembali technical hendbook tersebut. Jika dipaksaan mengacu pada kelahiran Tahun 2000 maka para atlit sepak bola tidak bisa mengekuti pra PON dan PON 2024 di Aceh. Karena Proprov ke-IV kali ini sudah diarahkan harus patuh terhadap Undang-Undang keolahrgaan Nasional. “ Maka segela ketentuan regulasi Nasional pada Cabang Olahraga harus ditaati,” jelasnya.
Lukman mencontohkan Kota Ternate, jika diambil kelahiran Tahun 2000 maka tim Sepak Bola telah dibentuk terpaksa dirubah total. Karena atlit-atlit yang masuk ke tim, mereka telah dipanggil mengekuti liga III di beberapa daerah Pulau Jawa dan sudah berangkat.
” Maka dokumen Sepak bola belum diserahakan itu karena terjadi perubahan pemain sehingga nanti dimeminta kepada Askot PSSI Kota untuk merubah para atlitnya kelahiran 2001,” tandasnya.
“ Kalau dokumen tinju hanya masalah administrasi para atlit seperti Kartu Keluarga, KTP, Ijazah dan lain sebaginya,” sambung lukman secara singkat. (Red)



