Tersangka Kasus Dugaan Korupsi di Halbar Bakal Diberhentikan 

Kepala Badan BKD Halbar, Fransiska Renjaan || Foto : Iin Afriyanti

BORERO.ID HALBAR— Dua oknum ASN Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) berinsial DS dan RS bakal diberhentikan sementara dari status ASN. Keduanya saat ini ditetapkan tersangka dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Halbar dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait jual beli lahan beberapa tahun lalu.

Kepala Badan (Kaban) Kepegawaian Daerah dan Diklat (BKD) Halmahera Barat, Fransiska Renjaan, menegaskan PNS yang terlibat kasus hukum baik itu kasus korupsi akan diberhentikan sementara dari status PNS sesuai peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 3 Tahun 2020.

“Sesuai peraturan BKN nomor 3 tahun 2020 itu sudah jelas. Jadi dua PNS yang sudah ditetapkan tersangka dan ditahan akan diberhentikan sementara dari PNS selama mereka menjalani sidang,” tegasnya, Selasa (15/8/2023).

Saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Bupati untuk membuat SK pemberhentian semenatara dari status PNS. “Sekarang kami masih menunggu surat pemberitahuan penahanan dari kejaksaan, apabila surat itu sudah ada maka akan segera desposisi ke pak bupati lalu kami membuat SK Pemberhentian semenatara,” kata dia.

Fransiska kembali menegaskan, diberhentikan sementara dari PNS karena kedua tersangka tersebut menjalani proses pengadilan atau sidang sampai waktu putasan pengadilan. Apabila kedua tersangka dinyatakan bersalah maka akan akan diberhentikan dengan tidak hormat dari PNS.

Baca jugaBupati Halbar Prihatin Dua ASN Ditetapkan Tersangka

“Nah, jika putusan pengadilan menyatakan kedua tersangka tidak bersalah maka SK pemberhentian akan dipulihkan kembali. Dan apabila putusan pengadilan dinyatakan bersalah, maka Bupati menerbitkan SK pemberhentian tidak dengan hormat,” jelasnya.

“Terus untuk hak-haknya untuk sementra ini, hanya terima 50 Persen dari gaji sebelumnya sejak SK pemberhentian ditetapkan. Jadi kita tunggu putusang pengadilan saja, kalau dinyatakan tidak bersalah hak mereka juga akan di pulihkan,” sambung Fransiska. (*)

Penulis : Iin Afriyanti

Editor : Sandin Ar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *