Rumahnya Diteror OTK, Kajari Halbar : Kita Kerja Profesional Tegakkan Hukum

Rumah dinas kajari berdampingan dengan Kantor Kejari Halbar di Desa Hatebicara, Kecamatan Jailolo/bukti kaca rumah diduga ditembak || dok : iin afriyanti

BORERO.ID HALBAR– Rumah Dinas (Rumdis) Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Barat (Kajari Halbar) diduga terjadi aksi teror penembakan dari orang tidak dikenal (OTK), Minggu (06/08/2023) kemarin.

Aksi teror tersebut diduga mengunakan senapan angin hingga menyebabkan kaca depan Rumdis Kajari Halbar pecah. Tembakan mengenai kaca itu berbentuk bulat seperti cicin. Saat ini telah dilaporkan ke Polres Halbar dan Kejati Maluku Utara (Malut) untuk diusut.

Kajari Halbar, Kusuma Jaya Bulo, menceritakan kejadian aksi teror OTK di rumah dinasnya itu terjadi sekitar pukul 01 : 00 WIT, Minggu dini hari. Rumah dinas ini berdampingan dengan Kantor Kejari Halbar di Desa Hatebicara, Kecamatan Jailolo.

Kejadian malam itu, Kusuma menduga semacam bunyi senapan angin yang sempat didengar dengan sekali tembakan. Ia belum berani keluar untuk mengecek, setelah paginya baru diketahui kaca depan rumah telah pecah.

” Saat kejadian ada dengar bunyi senapan angin cuma kita juga belum tahu pasti. Kedengaran bunyi tembakan itu sekali saja. Saat itu saya dengar, tapi saya kira bunyi apaan, nanti pagi saya lihat kaca jendela kamar depan pecah pas dikamar saya,” kata dia, Kamis (10/8/2023).

Aksi teror itu, kusuma mengaku kesulitan karena lokasi rumah dinas dan Kantor Kejari Halbar tidak punya CCTV sehingga tidak memastikan jenis senjatanya yang dipakai OTK. ” Tapi kalau dilihat kacanya pecah itu bulat berbentuk cincin, kalau lemparan batu tidak mungkin,” ungkapnya.

Baca jugaDua ASN Halbar Diborgol Jaksa Terkait Kasus Pembelian Lahan

Disentil sebelum kejadian apakah ada ancaman lewat telepon atau apa saja, Kusuma mengaku tidak ada. Namun adanya kejadian itu, ia langsung melaporkan ke Polres Halbar dan Kejati Malut untuk ditindaklanjuti.

Mantan Kepala Kejari Mamasa Sulawesi Barat ini juga mengaku, dari pihak kepolisian, Koramil, intel Korem juga sudah turun mengecek. Ia menegaskan bahwa, meski mengalami aksi teror mapun ancaman dan intimidasi dari peristiwa itu pihaknya tetap berkerja secara profesional untuk menegakkan hukum.

“Dari ancaman ini kita tetap kerja profesional, soal ancaman, teror, dan intimidasi itu sudah biasa.  Hal itu tidak mengurangi semangat kita dalam penegakan hukum,” tegas Kusuma. (*)

Penulis : Iin Afriyanti

Editor : Sandin Ar