BORERO SPORT –Kabupaten Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu, dipastikan tidak mengekuti Pekan Olahraga Proprovi (Porprov) ke-IV 2022. Sebab tinggal sebulan lagi hajatan multi ivent ini bakal digelar di Kota Ternate dan Kota Tidore selaku tuan rumah bersama.
Ketua Umum KONI Provinsi Maluku Utara H.Djafar Umar kepada media ini menyatakan, sampai sejauh ini dua Kabupaten tersebut belum ada kabar memasukan berkas seperti entri by name atlit dan lain sebaginya untuk ikut sebagai peserta dalam kegiatan Poprov. Apalagi dengan durasi waktu pelaksanaan Porprov semakin dekat saat ini. ” Untuk Kabupaten Sula dan Pulau Talibau dipastikan tidak ikut karena dengan durasi waktu samakin mepet saat ini,” kata Djafar baru-baru ini.
Menurut dia, sedangkan Kabupaten/Kota lain sudah mendaftar saja masih menemukan hambatan dihadapi seperti persyaratan-persyaratan atlit harus dipenuhi semua karena kemudian dilakukan verifikasi oleh tim keabsahan KONI Malut. Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat ini maka kedua Kabupaten itu akan absen mengekuti Porprov.
” Belum lagi jika ada persolaan mutasi atlit. Ini memerlukan waktu pengurusan administrasi. Misalkan atlit yang bersangkutan tinggal di Kota Ternate, dan ikut di Kabupaten lain maka harus dibukitkan dengan surat mutasi altit sebagai tanda persetujuan pelepasan asal daerahnya,” jelasnya.
Selain itu, Djafar juga menyatakan dari 24 Cabang Olahraga (Cabor) sejauh ini sudah 1000 orang lebih mendaftar atau mamasukan berkas mereka ke KONI Malut. Meski demikian, sesuai entri by name masih kurang lebih 500 orang belum mamsukan. Dari 24 Cabor ini dipastikan tenis lapangan akan batal dipertandingan lantaran perangkat pertandingan seperti wasit dan juri belum memiliki legalitas hukum atau lisensi.
Baca juga : 400 Perangkat Pertandingan Harus Miliki Legalitas
Lainnya : UMKM Ramaikan Hajatan Porpov di Ternate
“Kalau itu tidak ada otomatis tidak bisa ikut dipertandingkan. Padahal kebaradaan tenis lapangan ini sudah hampir 20 Tahun, namun belum ada lisensi dari perangkat pertandingannya. Hanya satu cabor ini saja, yang lain legalitas perangkat pertindangan semua ada,” ungkapnya.
Djafar menegaskan bahwa, Poprov kali ini ivent bergengsi yang dibawa satu level dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) sehingga perangkat pertandingan tidak memilik lisensi sangat dilarang. Begitu juga dengan para pelatih yang mendampingi atlit ketika bertanding harus memiliki lisensi kepalatihan. ” Contoh pelatih tinju kalau tidak memiliki lisensi tidak bisa naik mendampingi atlit ke ring tinju,”jelasnya.
KONI Malut juga berharap bagi peserta KONI Kabupaten/Kota agar tersisa waktu menuju pelasanaan Porprov ini supaya mengekuti tahapan menuju secara desiplin dan objektif. ” Yang berikut saya juga berharap kepada tuan rumah Kota Ternate dan Kota Tidore agar mempersiapkan Porprov terutama dalam menata upacara pembukaan nanti digelar secara meriah dan sebaik mungkin,” tandas mengahiri. (Red)



