Jembatan Waiu Tak Dianggarkan, GMNI Sayangkan DPRD Sula

Jembatan di Desa Waiu, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula (Dok : Karno/borero.id)

BORERO.ID SANANA – Pembangunan jembatan di Desa Waiu, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, pada Tahun 2022 ini tidak lagi dianggarkan. Padahal jembatan tersebut sudah beberapa kali dikerjakan lewat dana APBD  sejak tahun 2011, kemudian pada tahun 2016 dikucurkan kembali lewat APBD perubahan.

Diketahui bahwa jembatan di Desa Waiu itu dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Ahmad Hidayat Mus (AHM). Ini berarti sudah sekian Tahun lamanya, namun sampai memasuki Tahun 2022 ini tidak berlanjut.

” Untuk anggaran pembangunan jembatan yang ada di desa waiu, Kecamatan mangoli tengah, di tahun 2022 ini tidak di anggaran lagi,” kata Kapala Dinas PUPR Kabupaten Kepuluan Sula, Zainudin Umaternate kepada media ini.

Zainudin mengaku bahwa memang anggaran pembangunan jembatan di Desa Waiu pada Tahun ini tidak ada. Kalaupun rencana dibangun kembali yang jadi pertanyaan adalah mau diambil uang atau anggaran dari dimana. ” Yang jelas kita akan mencari solusi,  bila mana kalau ada anggaran sisa baru kita bangun jembatan yang ada di desa waiu itu,” singkatnya.

Sekretaris GMNI Cabang Kabupaten Kepulauan Sula, Alfareza Sangaji

Sekretaris GMNI Cabang Kabupaten Kepulauan Sula, Alfareza Sangaji merasa prihatin dengan lemahnya pengawasan DPRD Kabupaten Kepuluan Sula terhadap kondisi pembagunan jembatan tersebut. Dia menilai komisi DPRD yang membidangi pembangunan tidak memiliki eksistensi dalam mengemban amanah rakyat terutama anggota DPRD yang lahir dari Daerah Pemilihan III.

“Jadi resesnya mereka selama beberapa tahun ini patut dipertanyakan soal pokok pikiran yang diserap dari aspirasi masyarakat setempat,” kata Alfareza.

Atas kondisi tersebut, aktivis GMNI ini kemudian menyerankan ke Pemerintah serta DPRD Kabupaten Sula agar jembatan di Desa Waiu dimasukan ke museum saja.

” Karena terlalu lama sampai saat ini belum rampung. Jadi miris bagi wakil rakyat yang menjadi representasi untuk melihat dan mengontrol pembangunan jembatan itu, tapi akhirnya tidak bisa diharapkan sama sekali,” tandasnya. (Red/Ano)

\

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *