BORERO.ID SANANA – Pembangunan jembatan di Desa Waiu, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, tak kunjung beres. Jembatan ini dikerjakan atau dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Ahmad Hidayat Mus (AHM). Ini berarti sudah sekian Tahun lamanya, sampai saat ini belum rampung diselesaikan.
Sekretaris GMNI Cabang Kabupaten Kepulauan Sula, Alfareza Sangaji, kepada media ini Sabtu (26/06/2022),menyatakan semua masyarakat Desa Waiu tentun mengetahui proses pembangunan jembatan dengan menggunakan anggaran miliaran yang tidak bisa dimanfaatkan Pemda sula pada jaman itu untuk menyelesaikannya.
Padahal pembangunan jembatan tersebut, sambung Alfareza, sudah beberapa kali dikerjakan lewat dana APBD yakni di tahun 2011, kemudian tahun 2016 dikucurkan kembali lewat APBD perubahan. Namun sampai memasuki tahun 2022 ini Tak kunjung diselesaikan.
” Jika pekerjaannya suda selesai maka aktivitas masyarakat di desa setempat dan masyarakat pada umumnya berjalan lancar, ke ibukota kecamatan. Namun sebaliknya masyarakat tida bisa menikmati hasil jembatan itu. Hal ini juga akibat lemahnya pengawasan DPRD waktu itu karena tidak dapat mengawal pembangunan jembatan sampai tuntas,” ujarnya.
Aktivis GMNI Cabang Sula ini menduga bagi anggota DPRD atau wakil rakyat pada Daerah Pemilihan setempat turut bersekongkol dengan pemerintah pada jaman itu. Sebab nasib jembatan ini tidak lagi dianggarkan oleh pemerintah daerah. Padahal akses jembatan ini merupakan penghubung antar Desa serta penunjang ekonomi masyarakat.
“Olehnya itu kami mendesak dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati dan Dinas PUPR sekarang ini yang menaungi persoalan jemabatan Desa Waiu untuk segera diselesaikan,” desak Alfareza Sangaji. (Red/Ano)



